APKASINDO Dukung Target Replanting 5.000 Hektare Kebun Sawit Rakyat di Papua Barat
Ilustrasi - perkebunan kelapa sawit.
Jakarta, kabarsawit.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyambut baik niat Pemerintah Provinsi Papua Barat yang menargetkan realisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 5.000 hektare.
"Ini akan sangat membantu petani. Tentu juga membantu negara mencapai target kelapa sawit berkelanjutan," kata Ketua APKASINDO Papua, Albert Yoku kepada kabarsawit.com, kemarin.
Untuk diketahui, target 5.000 hektare peremajaan sawit ini seluruhnya merupakan kebun milik petani plasma.
Disamping itu, Albert juga sangat apresiasi terkait rencana PalmCo dan SupportingCo. Dimana menurutnya ini adalah alangkah yang tepat meski cenderung terlambat di Papua
Dari kaca mata Albert tidak sulit bagi Holding PTPN mengerjakan itu, karena posisi nya sebagai BUMN dan harus menjadi pemain utama dengan luas perkebunan 600-800 ribu hektare belum lagi mitra petani.
"Di Keerom, ada potensi eks PTPN II seluas 12.010 hektare yang saat ini terlantar dan umur sawitnya sudah 35 tahun lebih dan kemaren pas datang Presiden Jokowi sudah dicanangkan supaya segera di PSR kan 3.000 hektare" ujarnya.
Jika bicara potensi maka potensi kebun sawit di Papua cukup menjanjikan. Dimana terdapat kebun yang terdiri dari 2.506,38 hektare kebun inti, 3.600 hektare plasma, 5.710,50 hektare Kebun Kredit Koperasi Perkebunan untuk anggota (KKPA), sisanya, 193,6 lokasi pabrik dan fasilitas umum.
Menurutnya, kebun eks PTPN II ini harus disatukan kembali dengan pola inti-plasma sebagai SupportingCo melalui PSR dan kebun ini potensi luar biasa untuk ditumpangsarikan dengan jagung.
“Saya berharap Presiden Jokowi mengunggulkan kebun eks PTPN II menjadi bagian utama dari rencana Sub-Holding (PalmCo dan SupportingCo) yang sudah dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat Papua,” pintanya.








