Sungai Kerumutan Tercemar Limbah Pabrik Sawit?
Aktivitas alat berat yang tengah melakukan proses pencucian Sungai Kerumutan. Foto: BBKSDA Riau
Pekanbaru, kabarsawit.com - Ribuan ikan di Sungai Kerumutan, Kabupaten Pelalawan mati mendadak. Apakah sungai tercemar limbah atau zat berbahaya?
Mencari penyebab dan menjawab dugaan itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan pada Jumat (5/5). Petugas dikerahkan ke lokasi dan menyusuri sungai tersebut.
Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada kabarsawit.com mengatakan tim telah menyusuri sungai hingga ke daerah hulu. Namun di daerah hulu tidak ditemukan ikan mati tersebut.
"Tapi kita sudah ambil sampel air, baik di wilayah hulu maupun di wilayah hilir untuk melihat perbandingannya," ujarnya Minggu (7/5).
Lanjutnya, kini air sampel tersebut tengah dianalisis di laboratorium PU Provinsi Riau yang ada di Pekanbaru. Pihaknya setakat ini juga tengah menunggu hasil analisa tersebut.
"Nanti baru kita simpulkan hasilnya," katanya.
Bukan hanya air, petugas juga mengambil sampel ikan untuk dilakukan analisa di dinas perikanan.
Eko mengatakan memang ada dua pabrik kelapa sawit yang beroperasi tidak jauh dari sungai Kerumutan ini. Meski begitu pihaknya belum membenarkan bahwa ribuan ikan di sungai itu mati akibat limbah dan zat berbahaya.
"Ada (PKS), yang terdekat PT MAS dan ada juga PT IIS Lesung," tandasnya.








