https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ingatkan Petani Bengkulu soal Harga Sawit, GAPKI: Kalau Mau Mahal, Tinggalkan Tengkulak!

Ingatkan Petani Bengkulu soal Harga Sawit, GAPKI: Kalau Mau Mahal, Tinggalkan Tengkulak!

Ilustrasi - petani kelapa sawit di Bengkulu. Foto: Dirgantara

Jakarta, kabarsawit.com - Ketua GAPKI Bengkulu John Irwansyah mendorong petani sawit di daerah itu agar bermitra dengan pabrik kelapa sawit (PKS).

Menurutnya, jika petani kelapa sawit bermitra dengan PKS, maka tandan buah segar (TBS) akan dibeli dengan harga tinggi.

Sebab, selama ini harga yang diterima petani masih jauh di bawah penetapan pemerintah. Misalnya harga penetapan Rp 2.000/kg, di tingkat petani rata-rata hanya Rp 1.500/kg. "Hanya petani bermitra yang mendapatkan harga sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah di tingkat pabrik," kata John, kemarin. 

Menurutnya, PKS sebenarnya telah memberikan harga yang cukup baik. Namun selama ini para tengkulak sering mempermainkan harga di tingkat petani.

"Makanya kami dorong petani bermitra dengan PKS, agar tidak berhubungan lagi dengan tengkulak," ujarnya.

Jika petani sudah menjalin kemitraan, menurutnya, perusahaan juga akan memberikan pembinaan seperti cara menanam sawit yang benar serta pemberian pupuk yang sesuai. "Supaya hasil panennya berlimpah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para petani sawit dapat bermitra dengan PKS melalui koperasi. "Nantinya hasil panen petani akan ditampung oleh koperasi, baru kemudian diteruskan kepada PKS. Jadi skema kemitraannya harus melalui kelembagaan petani," jelasnya.

Saat ini yang telah bermitra kepada perusahaan kelapa sawit di Bengkulu diantaranya adalah petani perkebunan inti rakyat (PIR). Mereka saat ini memiliki akses langsung ke PKS dan harga TBS yang diterima sesuai harga penetapan pemerintah.

"Kalau ingin dapat harga bagus, petani harus membentuk dan memperkuat kelembagaan, lalu mencari mitra. Yakinlah, tidak ada ruginya bermitra dengan perusahaan," tutupnya.