https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Dua Daerah Ini Tak Kebagian Program PSR 2023 di Riau

Dua Daerah Ini Tak Kebagian Program PSR 2023 di Riau

Ilustrasi - perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Siak, Riau. Foto: Sahril

Pekanbaru, kabarsawit.com - Kecuali Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kepulauan Meranti, 10 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau kebagian program peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun ini.

"Target yang ditetapkan pemerintah untuk PSR (di Riau) tahun ini seluas 10.550 hektare," kata Kabid Produksi Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, kemarin. 

Dijelaskan Vera, tujuan program PSR adalah penggantian tanaman kelapa sawit yang sudah tidak lagi produktif, dan bukan membuat perkebunan sawit baru.

"Untuk PSR ini pemerintah pusat menganggarkan Rp30 juta per hektare yang sebelumnya Rp25 juta, dimana satu petani maksimal mendapatkan bantuan empat hektare. Dana itu dari BPDPKS yang sumber dananya berasal dari pungutan ekspor," jelasnya.

Ke-10 kabupaten/kota di Riau yang kebagian PSR, menurut Vera, yaitu Kabupaten Kampar seluas 1.500 hektar, Rokan Hulu 2.000 hektar, Rokan Hilir 450 hektar, Pelalawan 3.200 hektar, dan Siak 1.000 hektar.

Kemudian Kabupaten Bengkalis seluas 500 hektar, Kuantan Singingi 450 hektar, Indragiri Hulu 500 hektar, Indragiri Hilir 450 hektar dan Kota Dumai 500 hektar.