https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Soal Gugatan UE Terhadap Sawit Indonesia, DPR: Pemerintah Tak Perlu Takut!

Soal Gugatan UE Terhadap Sawit Indonesia, DPR: Pemerintah Tak Perlu Takut!

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Foto: bisniscom

Jakarta, kabarsawit.com - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendorong agar program hilirisasi industri di tanah air tetap dilanjutkan, meski kalah melawan Uni Eropa (UE) atas gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

"Kita tidak boleh takut menghadapi gugatan di WTO. Walaupun kita kalah dalam gugatan pertama. Kita kan sedang berupaya banding. Nah, banding ini kan sedang proses," kata Mukhtarudin dalam keterangan resminya dikutip kabarsawit.com, Kamis (25/5).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap ketegasan dan keberanian Presiden Jokowi yang selalu serukan lawan gugatan Eropa di WTO. Hal tersebut mestinya juga diteruskan oleh Presiden selanjutnya, yang terpilih pada Pilpres 2024.

Apalagi, lanjut Mukhtarudin, hilirisasi dari mineral adalah amanat Undang-Undang (UU) Minerba Nomor 3 Tahun 2020 yang jadi mutlak harus diperjuangkan, baik oleh pemerintah maupun legislatif. 

"Saya kira dengan melakukan hilirisasi di dalam negeri terhadap mineral nikel, maka dipastikan akan memberikan nilai tambah yang besar dan berkontribusi besar bagi perekonomian nasional,” kata dia.

Menurutnya, saling menggugat menjadi hal yang wajar. Seperti sebelumnya, Indonesia juga sempat melakukan gugatan yang disampaikan kepada WTO terhadap Uni Eropa (UE) terkait diskriminasi sawit beberapa waktu lalu. 

Oleh karena itu, dia berharap agar pemerintah tetap melanjutkan program hilirisasi di sektor pertambangan tanah air, walaupun di tengah ancaman Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). 

"Intinya kita tentunya tidak boleh menyerah. Strategi hilirisasi pertambangan yang diantaranya dengan pembangunan banyak smelter untuk ragam jenis bahan tambang di dalam negeri harus tetap dilanjutkan, dibarengi dengan kelincahan diplomasi perdagangan Internasional Indonesia di sisi lainnya," tegasnya.