https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Abrasi Parah di Kabupaten Bengkulu Utara, Ancam Kendaraan Angkutan Sawit dan CPO

Abrasi Parah di Kabupaten Bengkulu Utara, Ancam Kendaraan Angkutan Sawit dan CPO

Penampakan abrasi di jalan Kabupaten Bengkulu Utara. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Abrasi di jalan lintas barat Kabupaten Bengkulu Utara semakin parah, dan meningkatkan risiko bagi kendaraan angkutan, khususnya angkutan kelapa sawit dan CPO.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara, Eka Hendriyadi mengatakan, saat ini ada tiga titik abrasi pantai di jalan lintas barat (Jalinbar) yakni dua titik di Desa Air Padang, Kecamatan Lais, dan satu titik lagi di Desa Selolong, Kecamatan Batik Nau. 

Bahkan kondisi jalan abrasi di Desa Air Padang semakin memburuk, hingga mendekati aspal. Hal tersebut tentu saja sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas terutama kendaraan angkutan kelapa sawit dan CPO.

"Abarasi di Jalinbar di Bengkulu Utara sangat parah, makanya kami minta pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati khususnya angkutan sawit dan CPO yang kerap melintas disana," ujar Eka, kemarin. 

Menurut Eka,Jalinbar Air Padang merupakan satu-satunya akses pasti untuk masuk dan keluar dari Kota Bengkulu ke Sumatera Barat. Jika jalinbar ini terputus, tidak ada jalan alternatif yang dapat digunakan, mengakibatkan dampak besar pada mobilitas dan ekonomi daerah.

"Selain membahayakan pengendara yang melintas, Jalinbar Ini jika terputus, tidak ada jalan alternatif yang dapat digunakan," ujarnya.

Untuk mengatasi abrasi tersebut, pihaknya telah melakukan penimbunan di bagian pinggir jalan, sehingga kendaraan dapat melintas dengan cukup aman, meskipun harus dilakukan secara bergantian.

"Untuk saat Ini masih bergantian jika ingin melintas karena kondisi jalan yang sudah sangat parah termakan abrasi," tuturnya.

 

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah melakukan berbagai program dan mengajukan permohonan bantuan ke BNPB dan Kementerian PUPR untuk mengatasi masalah ini. Bupati Bengkulu Utara, Ir. H Mian juga bahkan telah mengajak Komisi V DPR untuk meninjau langsung kondisi jalan ini. 

"Namun, karena perbaikan jalan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, jadi hingga saat Ini belum juga diperbaiki," ungkap Eka.

Dengan kondisi abrasi yang semakin parah ini, baik pemerintah daerah maupun lembaga terkait terus berupaya mencari solusi dan alokasi anggaran yang cukup untuk memperbaiki jalan ini.

Upaya tersebut diharapkan dapat melindungi kendaraan dan mempertahankan konektivitas ekonomi daerah yang sangat bergantung pada jalinbar ini.

"Kami bersama pihak lainnya terus berupaya untuk mengatasi permasalahan ini, karena jalan ini adalah harapan masyarakat dan Ekonomi daerah," tutupnya.