https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kanopi Minta Jaga Keberlanjutan Lingkungan di Bengkulu, Begini Kata Gubernur Rohidin

Kanopi Minta Jaga Keberlanjutan Lingkungan di Bengkulu, Begini Kata Gubernur Rohidin

Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Kanopi Hijau Indonesia, Erin Dwiyanda. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com -  Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Kanopi Hijau Indonesia, Erin Dwiyanda meminta Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah agar tidak hanya memprioritaskan perkebunan kelapa sawit, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup di daerah.

Hal tersebut dilakukan seiring dengan keprihatinannya terhadap dampak yang ditimbulkan oleh perluasan perkebunan kelapa sawit terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada di Bengkulu.

"Kami mengharapkan Gubernur Bengkulu dapat mempertimbangkan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Memang, perkebunan kelapa sawit memiliki dampak ekonomi yang signifikan, namun tidak boleh mengorbankan lingkungan dan ekosistem yang merupakan aset berharga bagi kita semua," kata Erin kepada kabarsawit.com, Selasa (6/6).

Erin juga menyebutkan bahwa keberadaan hutan dan lingkungan alami di Bengkulu memiliki nilai ekonomi jangka panjang, termasuk dalam bidang pariwisata dan pelestarian sumber daya alam. 

Ia menilai, menjaga kelestarian lingkungan juga akan mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat.

"Bengkulu memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang pariwisata alam. Kekayaan alamnya yang indah, seperti hutan, gunung, dan pantai, dapat menjadi magnet wisatawan jika dijaga dengan baik. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian daerah," ujar Erin.

Erin juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan hutan sebagai habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna yang unik di Bengkulu. Kehilangan habitat alami ini dapat mengancam keberadaan beberapa spesies yang dilindungi.

"Bengkulu kaya akan keanekaragaman hayati. Ada spesies tumbuhan dan hewan yang hanya dapat ditemukan di daerah ini. Oleh karena itu, kita perlu memberikan perlindungan yang serius terhadap habitat alami mereka agar keberadaannya tetap terjaga," tuturnya.

 

Untuk itu Erin minta Gubernur Bengkulu mempertimbangkan alternatif lain dalam sektor pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti agroforestri atau pertanian organik.

Sebab, menurutnya langkah itu akan membantu mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.

"Ada banyak pendekatan pertanian yang ramah lingkungan yang dapat diterapkan di Bengkulu. Dengan mendorong praktik-praktik seperti agroforestri dan pertanian organik, kita dapat mempertahankan produktivitas pertanian sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan," tutupnya.

Merespons permintaan dari Erin Dwiyanda, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menegaskan komitmennya untuk memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup di Bengkulu. 

Rohidin menyadari bahwa perluasan perkebunan kelapa sawit harus diimbangi dengan upaya pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.

"Saya mengakui pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Bengkulu. Kami akan terus memperhatikan hal ini dan berupaya untuk mengambil langkah-langkah yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian alam," kata Rohidin.

Gubernur Rohidin juga mengakui nilai ekonomi jangka panjang dari pelestarian lingkungan dan potensi pariwisata alam di Bengkulu dapat menarik wisatawan, memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah, dan menciptakan lapangan kerja baru.

"Kami memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, dan kami berkomitmen untuk melakukannya. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi seperti Kanopi Hijau Indonesia, untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang memperhatikan kelestarian alam serta menciptakan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.