Jokowi Ajak PM Anwar Lawan Diskriminasi Sawit Eropa
Jokowi dan PM Malaysia Dato Anwar Ibrahim. Foto: Ig@Jokowi
Jakarta, kabarsawit.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim di kediaman resmi PM Malaysia, Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, Kamis (8/6).
Pertemuan keduanya membahas sejumlah kerja sama, salah satunya tentang diskriminasi Uni Eropa terhadap kelapa sawit.
Presiden Jokowi mendorong kolaborasi untuk melawan diskriminasi kelapa sawit dan juga komoditas lainnya untuk terus diperkuat. Jokowi mengaku sangat menghargai misi bersama yang dilakukan Indonesia-Malaysia ke Brussels Belgia, belum lama ini.
“Jangan sampai komoditas-komoditas yang dihasilkan oleh Malaysia dan Indonesia didiskriminasi di negara lain,” kata Presiden Jokowi dikutip dari keterangan resminya.
Tidak hanya itu, saat pertemuan itu proses negosiasi batas laut teritorial juga berhasil setelah hampir 18 tahun berpolemik.
“Saya menyambut baik penyelesaian negosiasi batas laut teritorial di Laut Sulawesi dan Selat Malaka bagian selatan setelah 18 tahun proses negosiasi, Alhamdulillah berkat Dato’ Seri Anwar Ibrahim, selesai," kata Jokowi.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi dan PM Anwar juga membahas perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Presiden Jokowi mengapresiasi komitmen PM Anwar untuk memperkuat perlindungan PMI dan juga penegakan hukum yang adil bagi para pekerja Indonesia.
“Saya dan Pak Anwar sepakat untuk membentuk mekanisme khusus bilateral untuk menyelesaikan masalah-masalah pekerja migran Indonesia. Saya juga mendorong Community Learning Center di Semenanjung segera diwujudkan, dan juga WNI yang ada di Depo Imigrasi juga bisa segera dipulangkan, serta one channel system harus dioptimalkan,” pungkas Jokowi.






