https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Riau Jadi Target 'Role Model' Siska

Riau Jadi Target

Peternakan sapi potong yang menempati areal perkebunan PT Sawit Sumbermas Saran Tbk di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dok.kompasID

Pekanbaru, kabarsawit.com - Provinsi Riau menjadi salah satu fokus pengembangan program Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska) oleh Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (Gapensiska).

Terget itu bukan tanpa dasar. Sebab Riau memiliki kebun kelapa sawit terluas di Nusantara.

Bukan hanya menjadi sasaran, program ini juga diharapkan terlaksana sebaik mungkin. Sedangkan wilayah selanjutnya adalah Kalbar, dan dua provinsi penyangga Ibu Kota Negara (IKN), yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

"Kita berharap Riau dan Kalbar menjadi role model lah. Begitu juga di Kalsel dan Kaltim yang merupakan provinsi penyangga IKN. Masak iya di IKN kebutuhan daging sapi juga harus impor. Kan kalau punya kemandirian akan lebih bagus," ujar Sekjen Gapensiska, Wahyu Darsono kepada kabarsawit.com, Rabu (21/6).

Wahyu menilai potensi provinsi yang menjadi sentral kelapa sawit sangat besar untuk keberhasilan program Siska tersebut. Malah sambutan petani juga cukup tinggi.

"Namun memang wawasan petani belum terlalu terbuka. Kebanyakan masih terdampak mitos zaman dulu," paparnya.

Dijelaskannya petani kelapa sawit saat ini masih berfikir bahwa sapi di kebun kelapa sawit justru merepotkan. Malah juga ada anggapan membawa hama untuk kebun kelapa sawit.

"Padahal program Siska kemitraan ini adalah solusi. Bukan untuk petani saja tapi juga perusahaan kelapa sawit," bebernya.

Dari sisi perusahaan, program Siska justru dapat menjadi pengganti kewajiban pembangunan kebun sebesar 20% dari luas kebun yang dimilikinya untuk masyarakat. Tentu mamang dengan kesepakatan yang sesuai.

Disamping itu, kata Wahyu, Siska juga dapat dijadikan sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye negatif di perkebunan kelapa sawit. Baik itu dari eksternal maupun internal.
 
"Lewat Siska pembangunan ekosistem dan habitat yang seimbang antara tanaman dan hewan justru akan lebih bagus, Terutama terhadap lingkungan," paparnya.

"Kita berharap program ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga ekonomi petani membaik, kebutuhan kebun kelapa sawit juga terpenuhi. Terutama dari sisi pemeliharaan," imbuhnya.