https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Biaya Sewa Alat Berat Melonjak, Petani Sawit Kelimpungan

Biaya Sewa Alat Berat Melonjak, Petani Sawit Kelimpungan

Alat berat diangkut menuju kebun sawit. foto: ist

Bengkulu, kabarsawit.com – Biaya sewa alat berat di Bengkulu mendadak naik Rp 1 juta dari yang sebelumnya biaya sewa hanya Rp 3 juta, kini menjadi Rp 4 juta.

Hal ini tentu dikeluhkan oleh petani sawit di Bengkulu, karena alat berat merupakan alat yang sangat penting untuk mendukung operasional kebun, kenaikan ini membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan operasional.

Salah satu petani kelapa sawit di Bengkulu, Mahmuddin mengaku keberatan dengan kenaikan biaya sewa alat berat ini. Selama ini ia sangat bergantung pada alat berat untuk mendukung operasional kebun, jika harga sewa naik tentu akan menekan keuangan yang dimiliki.

“Petani sangat terbebani dengan kenaikan biaya sewa alat berat, karena kami sangat bergantung pada alat berat ini untuk mendukung operasional kebun. Finansial kami lumayan berdampak karena kenaikan biaya sewa,” ungkap Mahmuddin, Selasa (11/7).

Mini excavator menjadi salah satu alat berat yang paling sering digunakan, karena memiliki fungsi yang cukup banyak. Seperti kegiatan pada lubang tanam, monding serta cuci parit.

Namun karena kenaikan biaya sewa, petani sawit kesulitan menjalankan operasional kebun. Anggaran yang semestinya sudah sesuai alokasi, kini harus diputar lagi agar dapat memenuhi kebutuhan operasional yang lebih mahal.

Para petani berharap penyedia alat berat dan pemerintah daerah dapat memberikan solusi atas masalah tersebut. Langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan biaya sewa diharapkan dapat dengan mudah mereka terima, sehingga petani dapat melanjutkan operasional kebun tanpa halangan yang berarti.

Di sisi lain, pihak penyedia alat berat, Sukatno mengaku, biaya sewa alat berat dinaikkan karena terdapat kebijakan baru akibat naiknya biaya angkut alat berat, biaya perawatan, hingga biaya bahan bakar minyak. Sehingga akan sulit jika masih menggunakan harga sewa sebelumnya.