https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

844 Hektar Lahan Sawit Menerima Bantuan Bibit Unggul

844 Hektar Lahan Sawit Menerima Bantuan Bibit Unggul

Penyerahan bantuan bibit sawit dari Pemkab Bartim kepada petani, foto : ist

Tamiang Layang, kabarsawit.com - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, terus mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh petani kecil. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah dengan mendistribusikan puluhan ribu bibit sawit berkualitas.

Sejak pertengahan Oktober lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bartim mulai menyalurkan bantuan bibit melalui program Kelapa Sawit Rakyat. Lurikto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bartim, mengatakan bahwa bantuan bibit telah dialokasikan untuk 844 hektar lahan.

"Kami berharap bibit kelapa sawit ini dapat didistribusikan pada bulan November," demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu.

Ia mengatakan bahwa pemerintah provinsi Bartim akan berusaha untuk meningkatkan jumlah dan jenis bantuan kepada para petani kelapa sawit. Ia mengatakan jika anggaran mencukupi, maka pada anggaran 2024 akan ditambah bantuan bibit agar luas lahan sawit di daerah itu semakin banyak. “Jika memungkinkan, kami juga akan membantu biaya perawatan," ujarnya.

Leo Talamana, Kepala Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Bartim, menambahkan bahwa distribusi bibit kelapa sawit kepada petani telah dimulai pada 14 Oktober 2023. “Desa-desa yang menerima bantuan bibit kelapa sawit antara lain Desa Muruduyung, Baruyan, dan Tangkum,” ucapnya.

Pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Bartim telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,2 miliar untuk mendukung pengembangan kebun kelapa sawit rakyat yang berlokasi di Kecamatan Patangkep Tutui, Awang, Benoa Lima, Dusun Timur, Karusen Janang, Paku, Raren Batuah, dan Pematang Karau. Pada saat yang sama, setiap lahan kelapa sawit yang berpotensi menerima bantuan sebesar Rp 2,5 juta/ha.

Pada tahun 2023, pemerintah daerah melanjutkan pengembangan perkebunan kelapa sawit, dengan mengalokasikan dana lebih dari Rp 8 miliar untuk tujuan ini. Kali ini dana tersebut digunakan untuk membeli bibit kelapa sawit dan pupuk.