Pencurian Ternak di Kebun Sawit Makin Ganas
Warga Bengkulu Selatan melihat lokasi penyembelihan sapi oleh pencuri. Foto: IST
Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, saat ini mengalami kerawanan. Pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi marak, ditambah lagi dengan pencurian ternak sapi. Situasi menjadi semakin sulit menjelang hari raya Idul Adha, saat permintaan daging sapi meningkat tajam.
Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Florintus Situngkir S. IK mengimbau para petani kelapa sawit untuk meningkatkan kewaspadaan tentang sapi yang mereka miliki, bukan cuma kelapa sawit saja.
"Petani perlu lebih waspada, terutama menjelang hari raya Idul Adha. Para pencuri semakin berani dan tidak segan-segan membunuh ternak di tempat," kata Florintus, Jumat 17 Mei 2024.
Polisi berupaya meningkatkan pengamanan dengan menambah jumlah petugas yang berpatroli di daerah rawan pencurian.
"Kami akan terus memperkuat patroli, terutama pada malam hari, serta di sekitar perkebunan dan peternakan," jelas AKBP Florintus.
Selain berpatroli, Kapolsek juga berpesan kepada petani untuk membentuk tim patroli malam dan meningkatkan koordinasi dengan Polri.
"Langkah ini penting untuk memastikan rasa aman dan mencegah pencurian," pungkasnya.
Pencurian ternak tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membuat petani trauma. Salah satu petani kelapa sawit, Sukardi, melaporkan seekor sapi hilang beberapa hari lalu.
"Kami sangat prihatin, ternak yang hilang sudah ditemukan disembelih di dekat situ," katanya.
Menurut informasi dari beberapa warga, para pencuri sapi tersebut bertindak sebagai kelompok yang terorganisir. Mereka tidak hanya mencuri, tetapi juga menyembelih sapi di tempat untuk menghilangkan bekasnya.
"Sepertinya mereka sudah lama bersembunyi dan tahu persis kapan harus bertindak," kata seorang warga setempat, yang menolak disebutkan namanya.
Harga ternak bisa naik menjelang hari raya Idul Adha. Makanya, ternak jadi mangsa empuk para pencuri.
"Harga ternak tahun ini sangat tinggi, dan ini menjadi pendorong pencuri," kata Ipin, pedagang sapi di Pasar Pinot Raya.








