Pemantauan Tanaman dan Lahan oleh PTPN IV Regional 4 Jambi dengan Teknologi Drone
Jambi, kabarsawit.com - Perkembangan teknologi yang sangat pesat dimanfaatkan langsung oleh PTPN IV Regional 4 Jambi.
Anak perusahaan BUMN ini telah menggunakan pesawat nirawak Drone Autel EVO II Pro III untuk mengelola, memantau serta memetakan tanaman kelapa sawit di perkebunan.
Bahkan untuk untuk lebih maksimal pemanfaatannya, 16 orang operator drone dilatih langsung di dua lokasi yakni di Kebun Durian Luncuk Kabupaten Batanghari, dan Kebun Rimbo Satu (Rimsa) di Kabupaten Tebo pada 29-31 Juli 2024 lalu. Para operator itu dibimbing langsung oleh Asisten Afdeling dan Juru Ukur di kebun PTPN IV Regional 4 yang memiliki keterampilan khusus.
"Dengan menguasai drone ini, kita bisa lebih efisien dalam melakukan pemetaan dan pemantauan lahan, sehingga pekerjaan di kebun dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat," kata Kepala Bagian Tanaman PTPN IV Regional 4 Jambi, Indra Utama Lubis, Rabu (14/8).
Menurut Indra, penguasaan teknologi sangat penting dalam era globalisasi. Sektor perkebunan mesti memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung produktivitas serta efektivitas dalam pekerjaan sehari-hari.
Tujuannya, apapun yang terjadi di dalam kebun akan selalu ter-update dan diketahui secara rinci karena drone memiliki kamera yang memantau setiap pergerakan.
“Setiap tanaman roboh dan pencurian sawit di kebun akan terlihat jelas. Untuk mengukur lokasi atau batas lahan kebun juga bisa. Drone ini memiliki kamera pencatat yang akurasinya sangat tinggi,” ujar Indra.
Saat pelatihan juga diberikan materi ilmu pengoperasian secara teori dan praktek langsung di lapangan. Teknik-teknik dasar hingga pengoperasian drone serta cara memaksimalkan fitur-fitur canggih dari Autel EVO II Pro III juga dijelaskan secara rinci.
“Apapun yang ada di drone ini dijelaskan secara rinci. Mereka dilatih sampai ahli menggunakan teknologi ini, dan melakukan analisis data yang diperoleh dari hasil pemetaan udara agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam manajemen perkebunan,” pungkasnya.





