Pemkab Kukar Rencana Bangun Pabrik Minyak Makan Merah, Apkasindo: Kaji Dulu Secara Matang, Sebelum Dieksekusi
Dok. KemenkopUKM
Kukar, kabarsawit.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kutai Kartanegara mengingatkan pemerintah daerah setempat agar rencana pembangunan pabrik minyak makan merah dikaji secara matang sebelum dieksekusi.
Menurut Ketua Apkasindo Kukar, Jumadi, pabrik akan sulit berjalan secara maksimal jika biaya produksi lebih besar ketimbang harga jual minyak makan merah.
Berita Terkait: Perkuat Hilirisasi, Pemkab Kukar Bangun Pabrik Minyak Makan Merah di Kelekat
"Minyak makan merah bahan bakunya adalah CPO. Saat ini harga CPO berkisar Rp13.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng berkisar antara Rp14.000 sampai Rp16.000/liter," katanya, Senin (9/9).
Untuk mendapatkan 5-6 kg minyak makan merah, diperlukan 20 kg CPO. Dari sini saja, kata Jumadi, bisa kelihatan bahwa biaya operasional sangat besar.
"Tapi secara teknis, mungkin Disperindag Kukar ada perhitungan lain sehingga proyek ini mau di laksanakan," imbuhnya.
Menurut Jumadi, pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada pembuatan pabrik kelapa sawit atau PKS mini yang berbasis UMKM. Atau PKS khusus brondolan yang juga bisa memanfaatkan buah rawatan yang tidak diterima di pabrik yang biasanya masih ada brondolannya.
"Yang jadi kendala, pabrik kecil ini belum ada yang bisa membelah cangkang untuk mengambil kernel. Kami masih mendalami hal ini, supaya nanti ada produk lainnya dari pengolahan brondolan," paparnya.
"Tapi apapun program pemerintah daerah kami dukung selama untuk kesejahteraan petani sawit di Kukar," imbuhnya.








