https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Masyarakat Dilarang Membuka Lahan dengan Dibakar, Plt Gubri: Kita Malu dengan Negara Tetangga

Masyarakat Dilarang Membuka Lahan dengan Dibakar, Plt Gubri: Kita Malu dengan Negara Tetangga

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat menyampaikan keterangan pers, Jumat (14/8) di Pekanbaru. Foto: riau.go.id

Pekanbaru, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov Riau) mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan ini disampaikan di tengah kondisi El Nino kuat yang membuat potensi karhutla perlu diwaspadai.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan kondisi cuaca yang semakin kering membutuhkan kewaspadaan bersama. 

Masyarakat diminta mematuhi aturan pemerintah dan tidak melakukan pembakaran lahan karena tindakan tersebut dapat berdampak hukum sekaligus merugikan masyarakat luas.

“Saya mengimbau masyarakat jangan bakar lahan, apalagi di tengah kondisi El Nino seperti saat ini. Kami minta masyarakat tetap mengikuti aturan pemerintah, kita sudah mengeluarkan maklumat agar tidak membakar lahan. Ini bisa berdampak hukum dan merugikan masyarakat seluruhnya,” ujar Plt Gubri SF Hariyanto, Jumat (14/8).

SF Hariyanto juga mengingatkan dampak karhutla dapat meluas hingga ke luar wilayah Riau. Jika kebakaran menghasilkan asap dalam jumlah besar, dampaknya berpotensi dirasakan hingga negara tetangga.

“Kita malu juga pada negara tetangga kalau asapnya sampai ke sana. Nah, ini makanya kita minta kepada masyarakat agar jangan membakar lahan,” imbaunya, dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (14/8).

Larangan membuka lahan dengan cara membakar juga telah diperkuat pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar pada 10 Agustus 2026.

Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi iklim yang menunjukkan fenomena El Nino kuat. Pemerintah daerah diminta memperkuat upaya pencegahan, patroli, pengawasan dan penindakan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Di sisi penanganan, Pemprov Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus memperkuat upaya pemadaman karhutla. Personel TNI, Polri, Manggala Agni, tim pemadam dan unsur masyarakat dilibatkan dalam penanganan di lapangan.

"Pemprov Riau dan Forkompinda tetap bekerja keras bersama untuk penanganan karhutla," sebutnya.

Dukungan pemadaman dari udara juga diperkuat. SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menambah satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Riau.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB juga yang telah menambahkan water bombing dari 5 unit heli menjadi 6 unit heli,” katanya.

Penambahan armada tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau. Meski demikian, SF Hariyanto menekankan pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi El Nino kuat.

Karena itu, masyarakat kembali diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi karhutla di lingkungan sekitar. ***