https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Semester II 2026,Harga CPO Punya Prospek Bagus

Semester II 2026,Harga CPO Punya Prospek Bagus

CPO. Foto: gapki.id

Jakarta, kabarsawit.com – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diproyeksikan memiliki prospek positif pada semester II-2026. Sejumlah katalis diperkirakan mampu mendorong harga CPO bergerak lebih konstruktif, dengan kecenderungan bullish.

Research and Development ICDX, Girta Yoga, dalam keterangannya mengatakan harga CPO pada semester II-2026 diperkirakan bergerak dalam kisaran 4.400-4.800 Ringgit Malaysia per ton.

Sepekan, Sinyal Positif untuk Pasar

Menurutnya, prospek harga CPO pada paruh kedua tahun ini dinilai lebih positif dibandingkan semester I-2026. Kondisi tersebut didukung oleh sejumlah faktor, terutama potensi gangguan pasokan akibat kondisi cuaca.

"El Nino menjadi salah satu katalis yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi produksi sawit," ujaII-2026, Senin (10/8). 

Ia menjelaskan, kondisi cuaca memiliki peran penting terhadap produktivitas perkebunan sawit. Jika produksi terganggu, pasokan minyak sawit global berpotensi ikut terdampak dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga.
Selain faktor pasokan, sisi permintaan juga berpotensi menjadi penggerak harga CPO pada semester II-2026.

Girta melihat permintaan dari India dapat memberikan sentimen positif bagi pasar minyak nabati global. Hal ini terutama didorong oleh rangkaian festival di India yang berlangsung pada Agustus hingga November.

Periode tersebut secara historis dapat meningkatkan konsumsi minyak nabati sehingga berpotensi mendorong permintaan terhadap CPO.

"Dengan kombinasi potensi gangguan pasokan dan meningkatnya permintaan musiman, harga CPO pada paruh kedua tahun ini dinilai memiliki ruang untuk bergerak lebih konstruktif," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, harga CPO berpeluang mempertahankan tren positif sepanjang semester II-2026. Namun, Girta mengingatkan bahwa prospek bullish tersebut tetap menghadapi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga.

Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan stok dan ekspor CPO, termasuk kebijakan biodiesel yang diterapkan Indonesia dan Malaysia.

Persaingan dengan minyak kedelai juga menjadi faktor penting. Perubahan harga minyak nabati substitusi dapat memengaruhi daya tarik CPO di pasar global.

Karena itu, kekuatan tren bullish CPO pada semester II-2026 tidak hanya ditentukan oleh gangguan pasokan dan peningkatan permintaan, tetapi juga oleh dinamika pasar minyak nabati secara keseluruhan.

Jika tekanan produksi akibat cuaca semakin nyata dan permintaan dari negara konsumen utama meningkat, ruang penguatan harga CPO berpotensi semakin terbuka.

Sebaliknya, peningkatan stok, ekspor yang melemah, perubahan kebijakan biodiesel, atau menguatnya daya saing minyak kedelai dapat membatasi kenaikan harga CPO.

Dengan berbagai katalis tersebut, proyeksi harga 4.400-4.800 Ringgit Malaysia per ton menjadi rentang yang patut diperhatikan pelaku pasar sepanjang semester II-2026.***