Penanganan Karhutla di 2 Kabupaten di Riau Terkendala Kencangnya Tiupan Angin yang Berubah Arah
Tim gabungan Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan BPBD terus berupaya memadamkan karhutla di Riau. Foto: Ist
Pekanbaru, kabarsawit.com - Tim gabungan Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan BPBD terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar puluhan hektare lahan gambut di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir pada Kamis (13/8/2026).
Operasi penanganan yang memasuki hari keempat dan kelima di dua lokasi tersebut menghadapi tantangan berupa kencangnya tiupan angin yang berubah arah serta belum terkendalinya sebaran titik api.
Di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pemadaman hari keempat difokuskan pada penyisiran titik asap yang mengarah ke bagian tengah lokasi kebakaran.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, Alfarizi, mengonfirmasi bahwa total area yang terbakar di lokasi tersebut telah mencapai 12 hektare.
"Petugas terus menyisir area terdampak untuk menahan laju penjalaran api di atas lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tersebut. Pada hari keempat pemadaman, tim Manggala Agni berupaya melakukan penyisiran di area yang masih terlihat asap tebal mengarah ke tengah lokasi kebakaran,” kata Alfarizi, dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (14/8).
Dari total 12 hektare lahan gambut bervegetasi kelapa sawit dan semak belukar yang terbakar di Bengkalis, tim pemadam darat baru berhasil memadamkan sekitar 4 hektare.
Guna mempercepat penanganan darat, tim Manggala Agni membagi personel menjadi enam kelompok dengan dukungan alat Mini Striker dan Max 3.
Dijelaskan dia, penanganan di Bengkalis juga mendapatkan bantuan operasi pemadaman dari udara untuk menjangkau area yang sulit diakses jalur darat. Untuk mempercepat pemadaman, tim darat dibantu oleh water bombing sebanyak dua unit.
"Namun, faktor cuaca ekstrem di lokasi kejadian menjadi kendala utama yang menghambat pergerakan personel pemadam di lapangan. Di lokasi saat ini masih ditemukan titik asap maupun titik api. Angin sangat kencang dan berubah-ubah arah sehingga menghambat proses pemadaman,” tutur Alfarizi.
Sementara itu, di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, karhutla hari kelima telah meluas hingga mencapai kisaran 50 hektare. Dari total luas kebakaran lahan gambut tersebut, area yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan baru mencakup sekitar 4 hektare.
"Sebelum menurunkan regu pemadam ke sektor terdampak di Rokan Hilir, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan udara untuk memetakan arah penjalaran api. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan size up menggunakan drone untuk mengetahui kondisi dan sebaran titik kebakaran,” jelas Alfarizi.
Berdasarkan hasil pemantauan visual udara tersebut, strategi pemadaman langsung disusun dengan membagi personel ke dalam beberapa area kerja. Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pemadaman pada masing-masing sektor guna menekan penjalaran api agar tidak semakin meluas.
Operasi pemadaman darat di Rokan Hilir mengandalkan pasokan air dari dua jalur parit berukuran lebar dua meter dengan kedalaman 150 sentimeter. Sebanyak tiga unit mesin Mini Striker, 25 rol selang penyalur, serta tandon air dikerahkan untuk membasahi area gambut yang membara di bawah permukaan.
Hingga kegiatan pemadaman dihentikan pada sore hari pukul 17.00 WIB, kondisi kebakaran di wilayah Rokan Hilir dilaporkan masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya. Petugas mencatat titik api dan kepulan asap tebal masih berpotensi memicu perluasan area kebakaran pada hari berikutnya.
"Seluruh personel gabungan akan melanjutkan operasi pemadaman secara intensif hingga seluruh titik api benar-benar padam. “Kondisi saat ini, kebakaran di lokasi masih belum dapat dikendalikan dan kegiatan pemadaman masih terus dilaksanakan,” pungkas Alfarizi.***








