https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Didorong, Pengembangan Sawit di Sekitar Kawasan IKN

Didorong, Pengembangan Sawit di Sekitar Kawasan IKN

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Mirna Asnawati Safitri. Foto: wartamedia65.id

Jakarta, kabarsawit.com  – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) agar berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Mirna Asnawati Safitri, yang mewakili Kepala OIKN Dr. Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc., dalam International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 di Nusantara.

Mirna mengatakan, perkebunan rakyat memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem ekonomi di sekitar IKN. Menurutnya, pembangunan Nusantara tidak cukup hanya berorientasi pada pusat pemerintahan, tetapi juga harus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.

“Pembangunan IKN bukan hanya memindahkan ibu kota, bukan hanya membangun pusat pemerintahan, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur,” ujar Mirna.

Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi di sekitar IKN akan diarahkan melalui sejumlah klaster, termasuk ekonomi hijau dan berkelanjutan serta industri berbasis sumber daya alam.

Dalam hal ini, kelapa sawit dinilai memiliki peluang pengembangan yang cukup besar. Produk sawit tidak hanya berhenti pada minyak sawit, tetapi dapat diperluas melalui hilirisasi menjadi bahan kimia, produk perawatan pribadi hingga energi.

Menurut Mirna, pengembangan ekonomi juga tidak hanya terbatas di Kalimantan Timur. Wilayah mitra IKN dapat mencakup kawasan yang lebih luas di Pulau Kalimantan hingga Sulawesi.

Sejalan dengan agenda keberlanjutan, OIKN mendorong penerapan sistem agroforestri di kawasan perkebunan. Konsep tersebut menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau perkebunan dalam satu bentang lahan.

Mirna menyebut agroforestri menjadi salah satu pendekatan OIKN untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekonomi dan perlindungan lingkungan.

“Kami sekarang sedang dalam proses untuk mencoba transformasi ke agroforestri,” katanya.
OIKN juga telah mengembangkan sejumlah proyek percontohan untuk mempelajari penerapan lanskap agroforestri yang sesuai dengan kondisi kawasan Nusantara. Langkah ini sekaligus mendukung komitmen mempertahankan kawasan hijau dan kawasan yang dilindungi.

Dalam kesempatan tersebut, OIKN membuka peluang kerja sama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). 

Kolaborasi ini diharapkan mencakup panduan teknis, diskusi, legalisasi, pendidikan hingga penguatan tata kelola perkebunan rakyat.

“Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan APKASINDO dalam panduan, teknis, diskusi terkait legalisasi dan pendidikan, untuk bisa melakukan sebuah pemerintahan yang lebih berkeadilan,” ujar Mirna.

Ia menilai keterlibatan petani penting agar transformasi perkebunan tak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

OIKN berharap kolaborasi dengan APKASINDO dapat mendorong praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekebun kecil.

Selain itu, Mirna mengajak peserta IOPS Forum 2026 membahas penguatan mitigasi risiko dan perlindungan petani, termasuk sistem kesehatan dan penanganan bencana.

Menurutnya, forum internasional yang mempertemukan petani sawit dari berbagai negara menjadi momentum membangun kesepahaman tentang masa depan sawit yang produktif, inklusif dan berkelanjutan.

OIKN berharap IOPS Forum 2026 di Nusantara menghasilkan kolaborasi konkret untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit, baik di tingkat nasional maupun global.***