Warga Bengkulu Diminta Manfaatkan Lahan Kosong di Kebun Sawit untuk Tanam Cabai
Ilustrasi - tanaman cabai. Foto: Liputan6
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta agar masyarakat memanfaatkan lahan kosong di perkebunan kelapa sawit untuk ditanami komoditas cabai. Sebab langkah ini dinilai dapat mencegah dampak inflasi bagi komoditas tertentu sekaligus menjaga lahan kosong lebih produktif.
Asisten II Pemprov Bengkulu Facriza Razie mengatakan, salah satu penyebab terjadi inflasi karena segala komoditas kebutuhan pokok didatangkan dari luar daerah atau ketergantungan pangan kepada daerah lain.
"Oleh karena itu, gerakan tanam cabai secara serentak juga memanfaatkan lahan kosong perkebunan sawit dapat mencegah terjadinya inflasi," kata Facriza usai Rakor Inflasi dua hari lalu.
Facriza mengungkapkan, menanam cabai sangat tepat dilakukan karena dengan menanam cabai bisa mencegah terjadinya inflasi.
"Biasanya pada momen besar segala jenis bahan pokok di pasar akan terjadi lonjakan harga, salah satunya harga cabai. Sehingga dengan banyak produksi cabai juga akan menekan lajunya harga bahan pokok," ujarnya.
Ia melihat cabai adalah tanaman yang cocok dibudidayakan di lahan adaptif seperti perkebunan sawit. Setidaknya ada 60 ribu bibit cabai yang siap dibagikan ke petani dan masyarakat luas untuk membantu menekan inflasi daerah.
Facriza juga berharap kegiatan itu dapat memotivasi masyarakat untuk ikut menanam guna menjaga komoditas pangan, sehingga harga dapat terkendali dan inflasi terus terjaga.
"Silahkan ajukan ke pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk dapat mengakses bibit cabai. Semua bisa dapat," tukasnya.








