https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Polije Perkuat Hilirisasi: Inovasi Pengolahan Kelapa Sawit Jadi Minyak Merah

Polije Perkuat Hilirisasi: Inovasi Pengolahan Kelapa Sawit Jadi Minyak Merah

Dosen Politeknik Negeri Jember melakukan kegiatan pengabdian masyarakat mendukung hilirisasi industri kelapa sawit. foto: RRI

Jember, kabarsawit.com - Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat kontribusi dalam mendukung hilirisasi dengan mengolah buah kelapa sawit menjadi minyak sawit merah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah serta memperkuat kapasitas Teaching Factory (Tefa) Pembibitan di bawah Laboratorium Lapang Polije.

Program Pengabdian Masyarakat ini dipimpin oleh Sugiyarto MP, dengan anggota Irma Harlianingtyas MSi, Descha Giatri Cahyaningrum MP, dan Dian Hartatie MP. Bekerja sama dengan pengelola Tefa, mereka mengembangkan produksi minyak makan merah melalui serangkaian kegiatan seperti diskusi, pelatihan teknis, dan evaluasi hasil.

Tim Polije telah melaksanakan Focus Group Discussions (FGD) bersama pengelola Tefa, memberikan pelatihan pembuatan minyak sawit merah, serta pendampingan dalam pengemasan, penyimpanan, dan uji mutu produk. Mereka juga membantu aspek manajemen produksi, pemasaran, serta melakukan pemantauan demi menjaga keberlanjutan produksi minyak merah ini.

Sugiyarto, dosen Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan, menjelaskan bahwa kebun kelapa sawit Polije memiliki potensi untuk menghasilkan produk turunan seperti Crude Palm Oil (CPO) dan minyak sawit merah (MSM). "Kebun praktik ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Dengan fasilitas pengolahan yang memadai, produk ini bisa menjadi unggulan, tak hanya di jurusan kami tetapi juga di Program Studi Teknik Energi Terbarukan," jelas Sugiyarto dalam rilis Humas Polije.

Irma Harlianingtyas menambahkan bahwa kebun sawit Polije menghasilkan 10-16 ton buah sawit per tahun, atau sekitar 1 ton per bulan, dengan potensi pengolahan menjadi minyak merah. Descha Giatri Cahyaningrum dan Dian Hartatie menambahkan bahwa pengolahan dilakukan dengan metode sederhana melalui proses degumming, deasidifikasi, dan deodorisasi pada suhu tinggi, menghasilkan minyak merah yang siap dipasarkan.

Jumiatun, pengelola Tefa Pembibitan, menyambut positif kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi berupa peralatan sterilisasi dan alat press buah sawit, yang bermanfaat bagi pengolahan minyak sawit ke depan dan mengatasi masalah buah sawit yang jatuh ke tanah.

Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi Tefa Pembibitan tetapi juga mendukung hilirisasi sawit di Polije, membuka peluang bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi melalui pengolahan produk sawit yang bernilai tambah.