https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Harga CPO Anjlok Bikin Dompet Petani Sawit di Bengkulu Kempes!

Harga CPO Anjlok Bikin Dompet Petani Sawit di Bengkulu Kempes!

Ilustrasi - petani sawit di Kabupaten Siak, Riau.

Bengkulu, kabarsawit.com - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami penurunan drastis. 

Data terbaru menunjukkan bahwa harga CPO pada 5 Juni 2023 tercatat sebesar Rp 9.830 per kilogram. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan harga pada 5 Mei 2023 yang mencapai Rp 10.635 per kilogram. 

Harga CPO juga memberikan dampak yang signifikan bagi harga TBS kelapa sawit di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Bengkulu. 

Asisten Pembelian Buah Tandan Buah Segar (TBS) sawit PT CBS, Yuliman mengungkapkan bahwa harga TBS kelapa sawit di Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan juga mengalami penurunan tajam. Dari harga sebelumnya sebesar Rp 2.000 per kilogram, kini harga TBS kelapa sawit turun menjadi Rp 1.510 per kilogram.

 "Untuk harga masih seperti terakhir, tidak naik tetapi turun. Jadi, harga pembelian khusus wilayah Bintuhan Rp 1.510 per kilogram, wilayah Padang Guci Rp 1.600 per kilogram, dan wilayah Bengkulu Selatan Rp 1.680 per kilogram," kata Yuliman, Rabu (7/6).

Penurunan harga CPO dan TBS kelapa sawit disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah penurunan permintaan internasional terhadap produk CPO. 

"Terjadi penurunan permintaan CPO di pasar Internasional karena harga minyak nabati yang turun," ujarnya.

Selain itu, meningkatnya produksi CPO di beberapa negara produsen juga berkontribusi terhadap penurunan harga. Menanggapi hal tersebut, pemerintah perlu berupaya mengambil langkah-langkah untuk menghadapi tantangan ini. 

"Perlu ada kebijakan yang dapat mendorong kinerja sektor kelapa sawit, baik melalui peningkatan kualitas dan diversifikasi produk, pengembangan pasar, maupun dukungan bagi petani kelapa sawit," ungkap Yuliman.

Meskipun penurunan harga CPO memberikan dampak negatif bagi pelaku usaha, namun konsumen dapat merasakan manfaatnya dalam penurunan harga produk turunan kelapa sawit seperti minyak goreng dan margarin. 

Di sisi lain, sektor industri pengolahan kelapa sawit juga dapat memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan daya saing produk kelapa sawit dalam negeri di pasar internasional.

"Tapi meskipun menurun, dampaknya juga baik bagi harga minyak goreng dan margarin di dalam negeri," tutupnya.