https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pemprov Bengkulu Harus Sediakan Pupuk Murah untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit

Pemprov Bengkulu Harus Sediakan Pupuk Murah untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit

Ketua Kadin Bengkulu Ahmad Irfansyah.

Bengkulu, kabarsawit.com - Untuk menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit di Bengkulu tetap optimal, pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah konkret. Salah satu solusi yang disarankan adalah mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bengkulu untuk menyediakan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bengkulu, Ahmad Irfansyah mengatakan, produktivitas tanaman kelapa sawit di Bengkulu telah menurun. Hal tersebut diakibatkan oleh meningkatnya biaya biaya produksi. Sehingga membuat petani sawit enggan untuk membeli pupuk. Dalam rangka mengurangi beban biaya produksi, harga pupuk non subsidi dapat ditawarkan dengan harga lebih rendah, yakni sekitar Rp 8 ribu per kilogram.

"Kami mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu untuk berperan aktif dalam memastikan ketersediaan pupuk yang murah bagi petani kelapa sawit di daerah ini. Salah satu langkah nyata yang dapat diambil adalah melalui BUMD, yang dapat menyediakan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau, seperti sekitar Rp 8 ribu per kilogram," kata Ahmad, Selasa (13/6).

Ahmad mengaku, Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu harus secara aktif menciptakan solusi yang nyata. Dalam konteks ini, pemberian subsidi pupuk oleh pemerintah tentu merupakan langkah yang diharapkan dapat membantu para petani. 

Namun, dengan mendorong BUMD di Bengkulu untuk menyediakan pupuk dengan harga lebih terjangkau, akan memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang rendah dan stabil untuk jangka panjang.

"Kalau pemerintah pusat tidak mau memberikan pupuk subsidi, maka pemerintah daerah di Bengkulu bisa menyediakan pupuk dengan harga terjangkau lewat BUMD nya," ujar Ahmad.

Upaya tersebut diyakini Ahmad akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Bengkulu, terutama pada industri kelapa sawit. Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, petani dapat meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan petani.

"Kunci keberhasilan dalam sektor kelapa sawit adalah produktivitas, kalau itu dijaga maka pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan petani akan ikut meningkat," tuturnya.

Ahmad juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pertanian. Dirinya berharap,pemda bisa mengambil langkah nyata dengan mendorong BUMD untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani sawit dengan menggandeng sektor swasta.

"Kami berharap pemerintah daerah bersedia mengambil langkah nyata dengan mendorong BUMD untuk memenuhi kebutuhan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan kerjasama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, di Bengkulu," pungkasnya.