https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Gubernur Bengkulu: Harus Prioritaskan Petani Sawit Ketimbang Perusahaan

Gubernur Bengkulu: Harus Prioritaskan Petani Sawit Ketimbang Perusahaan

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Bengkulu, kabarsawit.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyebut pentingnya pemerintah kabupaten dalam menyelesaikan konflik yang melibatkan perusahaan kelapa sawit dengan masyarakat setempat.

Maka itu dia meminta agar lebih memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dalam penyelesaian konflik, mengingat pentingnya kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan daerah.

"Bagaimanapun juga, kesejahteraan masyarakat adalah segalanya. Kita harus memastikan bahwa kepentingan dan kesejahteraan masyarakat tidak terabaikan dalam upaya menyelesaikan konflik," ujar Rohidin, kemarin. 

Memurutnya, konflik antara perusahaan sawit dengan masyarakat sering muncul di Bengkulu karena adanya ketidakseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan distribusi manfaat. Untuk itu perlu mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat. 

"Kita harus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Merasa prihatin dengan kondisi konflik yang terjadi, Rohidin juga mengungkapkan keinginannya untuk melibatkan semua pihak yang terkait dalam penyelesaian konflik antara petani dengan perusahaan sawit.

"Kami akan mengadakan dialog dan pertemuan antara perusahaan kelapa sawit, masyarakat, dan pemerintah kabupaten untuk mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak," ungkapnya.

Beberapa pihak juga memberikan tanggapannya terkait anjuran Gubernur Mersyah. Salah satunya Direktur Eksekutif Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Bengkulu, Abdullah Ibrahim Rintonga. 

Ia menyambut baik pernyataan tersebut dan berharap agar perusahaan kelapa sawit dapat lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat. 

"Kami berharap bahwa perusahaan kelapa sawit akan mengambil langkah-langkah yang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melindungi lingkungan sekitar," kata Abdullah.

Sementara itu, salah satu pihak perwakilan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Bengkulu, Daniel Manurung menyatakan siap untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat guna mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan.

"Kami akan mendengarkan aspirasi masyarakat dan berusaha memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat sekitar," tutupnya.