https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Dolomit Dulu, Baru yang Lain

Dolomit Dulu, Baru yang Lain

Petani memeberikan pupuk dolomit pada tanaman sawit. foto: sangun doya

Bengkulu, kabarsawit.com – Untuk menetralkan tanah, gunakan pupuk dolomit sebelum pupuk lainnya.

Agar hasil pemupukan pada tanaman kelapa sawit menjadi lebih maksimal. Petani kelapa sawit diminta memprioritaskan penggunaan pupuk dolomit terlebih dahulu sebelum pupuk lainnya.

Pengamat Pertanian Bengkulu, Prof. Dr. Zainal Muktamar mengatakan, pemberian pupuk kapur atau dolomit pada tanaman kelapa sawit tujuannya untuk menetralkan tanah. Bila pH tanah mencapai 4,5 dan ingin dinetralkan menjadi  6 maka tanah disekitar tanaman kelapa sawit harus diberi dolomit sebelum pupuk lainnya.

"Pupuk dolomit itu untuk menetralkan tanah disekitar tanaman kelapa sawit agar tidak terlalu asam," kata Zainal kepada kabarsawit.com, kemarin (8/1/23).

Menurutnya Zainal, pemberian dolomit pada tanaman sawit dilakukan minimal 40 hari sebelum pupuk lainnya. Sebab, jika pemberian dolomit dilakukan secara bersamaan dengan pupuk lainnya seperti NPK dan Urea akan menyebabkan reaksi antara kapur dengan pupuk tersebut. Akibatnya bukan memperbaiki kadar tanah tapi malah bisa merusak tanah.

"Jadi jangan coba-coba memupuk dolomit bersamaan dengan pupuk organik dan kimia, akibatnya tanah bisa jadi rusak," ujarnya.

Zainal menjelaskan, dosis penggunaan dolomit tergantung dari pH tanah. Jika pH tanah 4.5 dan ingin dinetralkan menjadi 6, maka petani membutuhkan kurang lebih 5,23 ton dolomit untuk lahan seluas 1 hektar.

"Kemudian untuk pemberian pupuk dolomit berikutnya, bisa dilakukan pada tahun berikutnya," tuturnya.

Berbeda dengan menetralisir kadar pH yang bersifat basa pada tanah, tidak semudah mengubah pH asam. Jika itu yang terjadi salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menambahkankan sulur atau belerang.

"Menetralkan pH basa pada tanah bisa dilakukan dengan pemberian sulfur atau belerang. Meski begitu, pemberian pupuk organik juga bisa membantu menormalkan pH tanah baik dari basa ke netral maupun dari asam ke netral. Atau setidaknya mendekati netral. Akan tetapi perlu diingat bahwa proses penetralan pH tersebut sifatnya tidak mudah, bila cara yang dilakukan bersifat instan maka hasilnya biasanya akan butuh proses," tutupnya.