https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pemprov Bengkulu Minta Konflik Petani Sawit dengan PT DDP Damai

Pemprov Bengkulu Minta Konflik Petani Sawit dengan PT DDP Damai

Konflik antara PT DDP dengan petani sawit di Kabupaten Mukomuko.

Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap konflik agraria yang terjadi antara petani sawit dan PT Daria Dharma Pratama (DDP) di Kabupaten Mukomuko dapat diselesaikan dengan damai. Konflik ini telah berkecamuk sudah lama yang menimbulkan ketegangan dan gangguan sosial di daerah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Safnizar menilai bahwa penyelesaian yang adil dan damai merupakan langkah yang paling diharapkan, karena para petani sawit di Mukomuko mengklaim bahwa perusahaan telah menggunakan lahan mereka secara ilegal yang berakibat kerugian ekonomi dan sosial yang signifikan.

Petani mendesak agar perusahaan menghentikan aktivitasnya dan mengembalikan lahan yang telah digunakan. Sementara itu, PT Daria Dharma Pratama membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa mereka telah memperoleh izin dan mematuhi semua peraturan yang berlaku.

"Kami mengharapkan semua pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Penyelesaian yang damai akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat, termasuk petani sawit, perusahaan, dan masyarakat sekitar," ujar Safnizar, kemarin.

Dalam upaya mencapai penyelesaian yang adil, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu telah mengundang semua pihak terkait untuk berpartisipasi dalam dialog dan mediasi. Tujuannya untuk menciptakan kesepakatan yang menghormati hak-hak para petani sawit dan keberlanjutan lingkungan, sambil mempertimbangkan kepentingan bisnis PT Daria Dharma Pratama.

"Kami sudah mengundang semua pihak terkait untuk berpartisipasi dalam dialog dan mediasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesepakatan yang menghormati hak-hak para petani sawit, tetapi sampai saat ini belum menemukan kesepakatan damai," tuturnya.

Namun, upaya penyelesaian konflik tidak akan mudah. Terdapat perbedaan pendapat yang kuat antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang tinggi dari semua pihak untuk mencapai titik temu yang menguntungkan dan menghindari bentrokan yang lebih parah.

Safnizar menekankan pentingnya penyelesaian yang damai dan berkelanjutan, sambil memastikan perlindungan lingkungan dan kepentingan sosial.

"Kami berharap bahwa mediasi dan dialog dapat menjadi platform untuk mendiskusikan perbedaan dan menemukan jalan keluar yang memenuhi keadilan bagi semua pihak," ujarnya.

 

Dengan adanya upaya dialog dan mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, diharapkan konflik agraria antara petani sawit dan PT Daria Dharma Pratama di Kabupaten Mukomuko dapat menemukan penyelesaian yang adil dan damai.

Keberhasilan penyelesaian ini akan menjadi langkah penting menuju harmoni sosial, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan bagi semua pihak yang terlibat. "Kami berharap menemukan penyelesaian yang adil dan damai," tutupnya.