Petani di Bengkulu Tengah Mulai Heran, CPO Tak Berpengaruh Terhadap Harga TBS Sawit
Ilustrasi - TBS sawit. Dok.kabarsawit
Bengkulu, kabarsawit.com - Petani sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu mulai khawatir terkait stagnansi harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang belum membaik.
Meski harga Crude Palm Oil (CPO) saat ini telah mencapai di atas Rp 10 ribu per kilogram, namun harga TBS sawit yang diterima petani belum sesuai dengan ekspektasi.
Salah satu petani di Bengkulu Tengah, Iskandar Maun mengatakan, harga pembelian TBS kelapa sawit tertinggi di daerahnya masih dibawah Rp1.800 per kilogram.
Seperti di PT Palma Mas Sejati Rp 1.700 per kilogram. Sedangkan di PT Agra Sawitindo, harga pembelian TBS sawit mencapai Rp 1.710 per kilogram, kemudian PT Citra Sawit Lestari Rp 1.660 per kilogram.
"Kami berharap harga TBS kelapa sawit akan mengikuti tren kenaikan harga CPO. Namun, kami merasa belum mendapatkan manfaat yang sesuai dengan harga CPO yang tinggi saat ini. Kami berharap ada peningkatan harga TBS agar petani sawit dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi," kata Iskandar, kemarin.
Para petani sawit juga menyampaikan kekhawatiran terkait faktor-faktor yang mempengaruhi harga TBS kelapa sawit di daerah mereka. Beberapa faktor yang disoroti termasuk biaya produksi yang terus meningkat, keterbatasan akses pasar yang memadai, serta fluktuasi harga di tingkat nasional dan International.
"Kami berharap adanya koordinasi dan komunikasi yang lebih baik antara pihak perusahaan pengolah dan petani sawit untuk mencapai harga yang adil dan berkelanjutan," tuturnya.
Dalam merespon keluhan tersebut, pihak PT Palma Mas Sejati, PT Agra Sawitindo, dan PT Citra Sawit Lestari belum memberikan komentar resmi.
Namun, perlu adanya upaya kolaboratif dari semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, perusahaan pengolah, dan petani sawit, untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Bengkulu Tengah.
Harga TBS kelapa sawit yang belum mengalami kenaikan yang signifikan di tengah kenaikan harga CPO menjadi perhatian serius bagi petani sawit di Bengkulu Tengah.
Diperlukan langkah-langkah konkret dan upaya bersama untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan kesejahteraan petani sawit serta keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah tersebut.








