https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pengamat Ingatkan Petani soal Tanah yang Cocok Tanam Sawit, Begini Kata Gubernur Bengkulu

Pengamat Ingatkan Petani soal Tanah yang Cocok Tanam Sawit, Begini Kata Gubernur Bengkulu

Ilustrasi - Tanaman Kelapa Sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Budidaya kelapa sawit membutuhkan pemilihan lahan yang tepat. Terdapat beberapa jenis tanah cocok untuk menjadi media tanam kelapa sawit. Itu dilakukan agar tanaman kelapa sawit bisa berbuah maksimal.

Pengamat Pertanian Bengkulu, Zainal Muktamar mengatakan, setiap jenis tanah memiliki karakteristik yang berbeda dan perlu penyesuaian tertentu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman kelapa sawit.

Misalnya tanah aluvial yang biasanya ditemukan di sekitar aliran sungai. Itu sangat subur karena terbentuk dari sedimen lumpur yang dibawa oleh air sungai atau danau.

Namun, tingkat kesuburan tanah aluvial dapat bervariasi tergantung pada material yang terbawa dan proses pengendapan.

"Secara umum, tanah aluvial memiliki kandungan mineral yang tinggi dan kadar air yang cukup tinggi. Namun, pH, kalium, dan fosfor dalam tanah aluvial umumnya rendah. Sehingga jika ingin menanam sawit di tanah ini harus diimbangi dengan pemberian pupuk," kata Zainal, kemarin.

Selain aluvial ada juga tanah latosol, yang dikenal dengan warna merahnya, terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.

Tanah ini cenderung asam dan memiliki kandungan bahan organik yang relatif rendah hingga sedang. Kadar pH tanah latosol berada dalam rentang 4,5 hingga 6,5. Tingkat unsur hara dalam tanah latosol dapat dilihat dari warnanya, semakin merah warna tanah, semakin sedikit unsur hara yang dimiliki. Bahan organik dalam tanah latosol biasanya berkisar antara 3 hingga 9 persen.

"Petani sawit harus menghindari menanam sawit di tanah jenis ini karena selain sedikit unsur hara juga berpotensi membuat tanaman sawit berbuah sedikit bahkan tidak berbuah sama sekali," tuturnya.

 

Selanjutnya, ada tanah organosol terbentuk dari pelapukan bahan organik dan terbagi menjadi tanah humus dan tanah gambut. Tanah humus memiliki banyak unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sedangkan tanah gambut bersifat asam.

Meskipun demikian, tanah gambut dapat digunakan sebagai media tanam kelapa sawit dengan penyesuaian tertentu. Tanah ini banyak ditemukan di daerah beriklim basah dengan curah hujan tinggi. Warna tanah organosol, terutama gambut, cenderung cokelat tua hingga kehitaman, yang menunjukkan kandungan organik yang tinggi.

"Tanah jenis ini bagus untuk ditanami sawit, karena memiliki kandungan organik yang baik untuk tanaman sawit, meski begitu pemberian pupuk dan dolomit juga sangat penting," ujarnya.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, pemilihan jenis tanah yang tepat sangat penting dalam budidaya kelapa sawit. Itu dilakukan untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan kelapa sawit.

"Dalam memilih lahan untuk budidaya kelapa sawit, petani sebaiknya mempertimbangkan jenis tanah yang sesuai dengan kondisi lokal dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Konsultasikan dengan ahli pertanian setempat untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik sesuai dengan lokasi dan kondisi tanah yang akan digunakan," tutupnya.