https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Biar Ekonomi Makin Moncer, Bank Indonesia Dorong Petani Sawit Budidaya Bawang Merah

Biar Ekonomi Makin Moncer, Bank Indonesia Dorong Petani Sawit Budidaya Bawang Merah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Darjana.

Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu, Darjana menyampaikan langkah-langkah strategis yang diambil untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit.

Dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan pada industri kelapa sawit yang rentan terhadap fluktuasi harga global, BI mempromosikan diversifikasi usaha melalui budidaya bawang merah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif yang stabil dan berkelanjutan bagi petani kelapa sawit.

"Diversifikasi usaha merupakan strategi penting dalam mengurangi risiko dan meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit. Melalui penanaman bawang merah, kami berharap petani dapat memperoleh sumber pendapatan tambahan yang stabil dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Darjana, kemarin.

Dalam rangka mendukung diversifikasi ini, BI akan menyediakan akses permodalan bagi petani kelapa sawit yang ingin beralih ke budidaya bawang merah. Melalui program kredit dengan suku bunga yang bersaing, BI berharap para petani dapat memperoleh dana yang cukup untuk memulai usaha baru.

"Kami siap memberikan dukungan finansial kepada petani kelapa sawit yang ingin terlibat dalam usaha budidaya bawang merah. Program kredit yang kami tawarkan memiliki suku bunga yang kompetitif dan persyaratan yang terjangkau, sehingga petani dapat memperoleh dana dengan mudah dan memulai usaha mereka dengan percaya diri," kata Darjana.

Selain itu, BI juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kelapa sawit yang berminat untuk terlibat dalam usaha budidaya bawang merah. Pelatihan ini akan mencakup teknik bertani modern, manajemen usaha, dan pemasaran produk.

"Kami memahami bahwa transisi dari kelapa sawit ke budidaya bawang merah memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, kami akan menyediakan pelatihan dan pendampingan kepada petani untuk membantu mereka menguasai teknik bertani yang efisien dan efektif," jelas Darjana.

Bank Indonesia juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk menciptakan ekosistem yang mendukung diversifikasi usaha ini. Hal ini mencakup penyediaan infrastruktur, akses pasar, serta pengembangan jaringan distribusi yang memadai.

 

"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait guna menciptakan ekosistem yang mendukung diversifikasi usaha ini. Hanya dengan kerjasama yang erat, kita dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi petani kelapa sawit untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui usaha budidaya bawang merah," kata Darjana.

Diharapkan dengan diversifikasi usaha ini, petani kelapa sawit dapat mengurangi risiko ekonomi yang dihadapi akibat fluktuasi harga kelapa sawit. Selain itu, usaha budidaya bawang merah juga dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi petani, seiring dengan permintaan yang terus meningkat.

"Melalui diversifikasi usaha ini, kami berharap petani kelapa sawit dapat mengurangi risiko ekonomi yang mereka hadapi. Selain itu, budidaya bawang merah memiliki potensi keuntungan jangka panjang yang menjanjikan, mengingat permintaan akan bawang merah terus meningkat," ungkap Darjana.

Dengan langkah-langkah ini, Bank Indonesia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit, serta menciptakan keberlanjutan dalam industri pertanian yang lebih luas.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian. Diversifikasi usaha ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit dan menciptakan keberlanjutan dalam industri pertanian secara keseluruhan," pungkasnya.