https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kalau B100 Diterapkan, Tak Perlu Lagi Ekspor CPO

Kalau B100 Diterapkan, Tak Perlu Lagi Ekspor CPO

Biodesel. foto: sangun doya

Bengkulu, kabarsawit.com – Supaya penyerapan CPO bisa semakin maksimal, Petani Kelapa Sawit dorong pemerintah tidak hanya ciptakan B35, tapi juga bisa bikin B100.

Ketua Asosiasi Petani Kelepa Sawit Indonseia (Apkasindo) Provinsi Bengkulu, A Jakfar mengatakan, program B100 diyakini mampu membuat kelapa sawit di Indonesia termasuk Bengkulu semakin berdaya. Sebab program B100 dinilai akan mampu menyerap CPO di dalam negeri.

“B100 tentu saja baik bagi penyerapan CPO dalam negeri, sehingga membikin industri kelapa sawit di Indonesia termasuk Bengkulu semakin berdaya,” kata Jakfar, kemarin (10/1).

Menurut Jakfar, jika serapan CPO didalam negeri optimal, maka Indonesia tidak perlu lagi mengekspor CPO ke luar negeri. Indonesia bisa mengekspor CPO dalam bentuk B100.

"Jadi bukan CPO nya yang dikirim ke luar negeri, tapi B100 saja seklian," kata Jakfar.

Lebih lagi, saat ini Pertamina telah mengekspor B100 ke sejumlah negara di dunia seperti Prancis dan Jerman. Bahkan menurut Jakfar, minat konsumsi BBM B100 cukup tinggi diluar negeri.

"B100 itu diminati oleh negara-negara yang mendukung energi terbarukan, sebab produksi B100 dihasilkan dari kelapa sawit, bukan dari hasil pertambangan atau mining," ujar Jakfar.

Ia mengaku, jika seluruh dunia menggunakan B100 dari Indonesia maka akan memberikan dampak positif. Sebab Indonesia nantinya akan menjadi pengekspor biosolar.

"Selama ini kita masih mejadi pengimpor, nah nanti kita bisa menjadi pengekspor biosolar," tutupnya.