https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pemutihan Kebun Sawit di Kawasan Hutan akan Banyak Penolakan

Pemutihan Kebun Sawit di Kawasan Hutan akan Banyak Penolakan

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Bengkulu, kabarsawit.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menanggapi rencana pemerintah pusat untuk memutihkan 3,3 juta hektare perkebunan sawit yang berada di dalam kawasan hutan.

Menurut Rohidin, meskipun industri kelapa sawit memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi daerah, namun menjaga kawasan hutan yang ada merupakan hal yang penting.

Rohidin Mersyah mengaku, keputusan tersebut diprediksi akan menimbulkan banyak penolakan dari berbagai pihak yang terkait dengan sektor perkebunan. Karena kawasan hutan merupakan wilayah yang harus selalu dijaga keberadaannya.

"Sebab bagaimanapun kawasan hutan harus dijaga kalau tidak maka itu akan menimbulkan banyak penolakan," ujar Rohidin, Jumat (30/6).

Gubernur Rohidin menyadari bahwa perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian Bengkulu. Namun, dia juga menekankan bahwa perlindungan dan pelestarian kawasan hutan tidak boleh diabaikan.

"Pemerintah pusat perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan ini terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem hutan," ujar Rohidin.

Untuk itu Rohidin Mersyah berharap suara masyarakat Bengkulu dapat didengar dan dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akhir. Dia mengajak semua pihak terkait untuk berdialog dan mencari solusi terbaik yang mengakomodasi kebutuhan ekonomi dan menjaga kelestarian alam.

"Kami berharap pemerintah pusat dapat memperhatikan suara masyarakat dan menjalankan proses pengambilan keputusan yang transparan dan berkelanjutan," tutupnya.

Sebelumnya, banyak kelompok lingkungan dan aktivis pelestarian hutan juga menentang konversi lahan hutan menjadi perkebunan sawit. Mereka berpendapat bahwa perkebunan sawit yang masuk dalam kawasan hutan dapat mengancam keanekaragaman hayati, merusak ekosistem, dan mempercepat perubahan iklim.

Juru Bicara Aliansi Pelestarian Hutan Bengkulu, Juwita Rahayu mengaku, mengecam rencana itu. Menurutnya, memutihkan perkebunan sawit didalam kawasan hutan akan bertentangan dengan komitmen pelestarian lingkungan.

"Kami sangat prihatin dengan rencana pemerintah pusat yang akan memutihkan perkebunan sawit di kawasan hutan. Ini bertentangan dengan komitmen kita untuk melindungi dan memperbaiki ekosistem hutan," ujarnya.