Banjir Landa Kebun Sawit di Bengkulu Utara, Petani Sulit Panen
Situasi banjir di kebun sawit warga Bengkulu Utara.
Bengkulu, kabarsawit.com - Bencana banjir melanda sejumlah kebun sawit di Bengkulu Utara. Banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu itu telah membuat kebun digenangi air yang tinggi hingga menyulitkan petani untuk memanen.
Salah seorang petani, Slamet sangat menyebalkan kejadian itu. Sebab akibat banjir dia tidak bisa memanen TBS kelapa sawit.
"Kami telah bekerja keras untuk merawat kebun sawit kami selama berbulan-bulan, dan sekarang sulit bagi kami untuk memanen sawit dengan banjir yang melanda lahan pertanian kami," kata Slamet, kemarin.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Bengkulu Utara dan sekitarnya telah menyebabkan luapan sungai di sekitar kebun petani kelapa sawit. Akibatnya, air banjir menggenangi lahan pertanian.
"Banjir telah menggenangi kebun sawit kami dan tentu saja merugikan kami," tuturnya.
Sementara, ahli pertanian dari Universitas Bengkulu, Zainal Muktamar mengungkapkan musibah banjir ini tidak hanya menghambat proses panen tapi juga merusak kualitas tanaman sawit.
"Banjir ini tidak hanya menghambat proses panen, tetapi juga dapat merusak kualitas tanaman kelapa sawit. Air yang tergenang dapat mengakibatkan akar pohon membusuk, sehingga mengganggu pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit," tuturnya.
Pemerintah setempat telah menunjukkan respons cepat terhadap bencana ini. Tim tanggap bencana telah dikerahkan untuk membantu petani kelapa sawit dalam menghadapi kesulitan ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Utara, Eka Handriyadi mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk mengatasi musibah tersebut.
"Kami juga menyediakan bantuan dan dukungan kepada petani sawit agar mereka dapat mengatasi situasi ini dan memulihkan kebun mereka," tuturnya.








