https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit di Bengkulu Bingung Penggunaan KTP Digital

Petani Sawit di Bengkulu Bingung Penggunaan KTP Digital

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu, Diah Irianti.

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu masih menghadapi kesulitan dalam menggunakan KTP digital. Banyak dari mereka yang tidak bisa mengoperasikan smartphone, sehingga proses pembuatan KTP digital menjadi rumit bagi mereka.

Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu, Diah Irianti.

Kendati begitu, lanjutnya, capaian kinerja Administrasi Kependudukan (Adminduk) Pemerintah Provinsi Bengkulu per Juni 2023 tercatat sudah sebanyak 16.700 jiwa lebih dari satu juta wajib KTP di wilayah tersebut telah menggunakan identitas kependudukan digital (IKD).

Meskipun jumlah ini menunjukkan adopsi yang positif, angka ini masih jauh dari target penggunaan KTP digital di Provinsi Bengkulu, yang mencapai 25 persen dari total penduduk, atau sekitar 375.000 orang pada tahun 2023.

"Kami melihat masih banyak yang belum tahu cara membuat KTP digital, salah satunya petani kelapa sawit yang telah berusia lanjut," kata Diah, kemarin.

Diah Irianti menjelaskan bahwa pihaknya akan mengarahkan masyarakat yang ingin mengganti KTP rusak atau menambah data untuk menggunakan KTP digital. Langkah ini diambil untuk menghemat stok blangko KTP elektronik di Provinsi Bengkulu.

"Walaupun belum banyak yang menggunakan dan membuatnya, tapi penerapan KTP digital akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menyasar penduduk usia muda yang lebih akrab dengan penggunaan smartphone," tutur Diah.

Saat ini, Dukcapil terus berupaya melakukan peralihan dari KTP manual atau fisik ke KTP digital untuk berbagai pihak, termasuk petani sawit, wartawan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dan mahasiswa di Bengkulu.

 

Perubahan identitas kependudukan menjadi digital merupakan respons terhadap perkembangan zaman serta antisipasi terhadap kelangkaan stok blangko KTP yang semakin berkurang.

"Kami akan terus berupaya melakukan peralihan dari KTP manual atau fisik ke KTP digital untuk berbagai pihak di Bengkulu termasuk petani sawit, wartawan, OPD dan mahasiswa," ujarnya.

Dalam menghadapi tantangan ini, Diah Irianti berharap adanya upaya lebih lanjut untuk membantu masyarakat, terutama petani kelapa sawit, dalam memahami dan mengoperasikan KTP digital.

"Kami akan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada mereka yang kesulitan agar mereka dapat memanfaatkan KTP digital dengan baik," pungkasnya.