Ekspor Cangkang Sawit Dari Bengkulu Belum Maksimal
Fungsional Ahli Pertama Bea Cukai Bagian Layanan Informasi KPPBC TMP C Bengkulu, Dadang Sudarmadi. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Bea Cukai Bengkulu menyebutkan realisasi eskpor cangkang sawit di Provinsi Bengkulu belum mencapai angka maksimal.
Fungsional Ahli Pertama Bea Cukai Bagian Layanan Informasi KPPBC TMP C Bengkulu, Dadang Sudarmadi mengatakan, hal itu dilihat dari jumlah penerbitan dokumen Pemberitahuan Pabean Ekspor (PEB).
"Angka ekspor cangkang sawit Bengkulu belum optimal. Tahun ini saja hanya 6 dokumen PEB yang kami terbitkan. Perdokumen, sebanyak 10 ribu ton cangkang, sehingga jumlah seluruhnya hanya 60 ribu ton yang diekspor," kata Dadang, kemarin.
"Saat ini baru dua perusahaan yang mengekspor cangkang sawit. Tujuannya pun baru ke negara Thailand dan Jepang," Dadang menambahkan.
Padahal, lanjut Dadang, sumber cadangan komoditas cangkang sawit di Bengkulu cukup melimpah, di mana ada puluhan pabrik kelapa sawit (PKS) yang sanggup memenuhi kebutuhan eksportir per tahunnya.
"Mungkin salah satu kendalanya adalah buyer atau pun permintaannya yang masih terbatas. Kan tidak mungkin juga eksportir kita mengekspor cangkang sawit kalau tidak ada permintaan," terangnya.
Pihaknya berharap, kedepan permintaan ekspor cangkang sawit dapat lebih maksimal. Terlebih saat ini sudah ada permintaan kontrak dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya alternatif cangkang sawit selama setahun penuh.
"Mudah-mudahan kegiatan ekspor ini dapat berkelanjutan dan kedepannya tidak hanya dua negara pengekspor cangkang sawit, tapi lebih banyak lagi," kata Dadang.








