Beralih ke Listik PLN, 11 Pabrik Kelapa Sawit di Riau Tandatangani Kerjasama
Penandatanganan Mou PKS dan PT PLN, foto : ist
Pekanbaru, kabarsawit.com - PT PLN (Persero) menggagas program baru yang diberi nama ‘Incentive Captive Acquisition’. Melalui program ini, sektor perkebunan di Riau dan Kepulauan Riau akan mendapatkan listrik yang andal dan terjangkau.
11 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pun akan kembali menggunakan listrik PLN, penandatanganan MoU dengan PT PLN juga sudah dilakukan pada Selasa (11/7) lalu.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, Agung Murdifi menyampaikan, PLN berkomitmen untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Riau melalui penyediaan listrik yang cukup, andal, efisien serta terjangkau.
“PLN akan mendukung investor melalui pemenuhan kebutuhan listrik mulai dari kebutuhan penyambungan baru hingga tambah daya untuk semua kategori pelanggan termasuk sektor industri,” ungkapnya.
Saat ini PLN Riau memiliki daya mampu kelistrikan sebesar 1.229 Megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 1.020 MW dan cadangan sebesar 209 MW.
Agung menambahkan, Riau akan terus mengalami peningkatan kebutuhan listrik, mengingat Riau merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Di sisi lain Direktur General Affair First Resource Ltd, Arpin, menyampaikan rasa terimakasih atas pasokan listrik oleh PLN kepada PKS. Menurutnya, PKS sangat membutuhkan listrik yang andal demi kelangsungan operasional yang efisien dan mumpuni.
“Kami sudah menantikan listrik dari PLN sejak beberapa waktu yang lalu, 11 pabrik kelapa sawit kami baik di Riau dan Kepulauan Riau secara bertahap akan beralih menggunakan listrik PLN. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama dari PLN, sehingga kami dapat terus memajukan sektor industri kelapa sawit,” tuutpnya.








