https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit di Bengkulu Dukung Usulan SIM Seumur Hidup

Petani Sawit di Bengkulu Dukung Usulan SIM Seumur Hidup

Ilustrasi - SIM.

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani sawit di Bengkulu mendukung usulan Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman agar Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap masalah pungutan liar (Pungli) yang terkait dengan perpanjangan SIM setiap lima tahun, yang tidak hanya merugikan petani kelapa sawit tetapi juga memberatkan mereka dalam memperoleh SIM.

"Kami sepenuhnya mendukung usulan Anggota Komisi III DPR RI untuk membuat SIM menjadi seumur hidup. Proses perpanjangan SIM setiap lima tahun ini menimbulkan biaya yang signifikan bagi kami, petani kelapa sawit," ungkap Abdul Rahman, salah seorang petani sawit di Bengkulu, kemarin.

Petani sawit di Bengkulu menekankan bahwa perpanjangan SIM setiap lima tahun bukan hanya menjadi beban finansial bagi mereka, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang serius. Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengurus administrasi dan transportasi guna memperoleh perpanjangan SIM secara berkala.

"Kami sering kali terhalang dalam proses memperpanjang SIM karena kendala finansial. Hal ini berdampak pada aktivitas kami sebagai petani kelapa sawit yang mengandalkan kendaraan bermotor dalam menjalankan operasional sehari-hari," ungkapnya, Rabu (12/7).

Dalam mendukung usulan tersebut, petani sawit di Bengkulu juga menyoroti praktik Pungli yang terjadi dalam proses perpanjangan SIM. Mereka mengeluhkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan menuntut uang tambahan atau menghambat proses perpanjangan SIM jika petani tidak membayar pungutan yang diminta.

"Pungli yang terjadi saat perpanjangan SIM benar-benar menghambat kami dalam bekerja. Kami sering kali menjadi korban praktik yang tidak adil ini. Kami berharap langkah ini dapat meminimalisir praktik Pungli yang merugikan kami dan menciptakan keadilan dalam proses perpanjangan SIM," ujar Abdul Rahman.

Dalam mendukung usulan agar SIM menjadi seumur hidup, petani sawit di Bengkulu berharap bahwa langkah ini juga akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mereka dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Mereka berpendapat bahwa dengan SIM seumur hidup, mereka dapat fokus pada pengembangan usaha dan produktivitas tanpa harus terbebani dengan proses perpanjangan yang berulang.

"SIM seumur hidup akan memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi kami. Kami akan dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk perpanjangan SIM setiap lima tahun," kata Ketua APKASINDO Bengkulu, Jakfar.

Dalam rangka mendukung usulan ini, petani sawit di Bengkulu berencana untuk mengajukan petisi kepada pemerintah dan Polri untuk mempertimbangkan kebijakan SIM seumur hidup.

Mereka berharap bahwa aspirasi dan kebutuhan mereka sebagai petani dapat didengar dan dipertimbangkan secara serius.

"Dengan adanya dukungan dari petani sawit di Bengkulu, diharapkan usulan untuk membuat SIM seumur hidup dapat diperhatikan oleh pihak berwenang," pungkas Jakfar.