https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kasus Diabetes Lebih Tinggi Dibanding Penyakit Menular pada Petani Sawit di Bengkulu

Kasus Diabetes Lebih Tinggi Dibanding Penyakit Menular pada Petani Sawit di Bengkulu

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Bengkulu, kabarsawit.com - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat kasus penyakit tidak menular di antara petani kelapa sawit jauh lebih banyak daripada kasus penyakit menular.

Salah satu penyakit tidak menular yang paling umum terjadi adalah penyakit diabetes. Peningkatan konsumsi gula berlebihan saat meminum kopi dan teh telah menjadi faktor utama dalam munculnya kasus diabetes ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, telah menjadi masalah kesehatan yang serius di kalangan petani.

Penyakit ini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi gula berlebihan dan pola makan yang tidak seimbang.

"Kami melihat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus penyakit tidak menular di kalangan petani kelapa sawit, terutama diabetes. Hal ini menandakan perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat di antara mereka," kata Herwan, kemarin.

Salah satu faktor yang berkontribusi pada peningkatan kasus diabetes adalah kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan saat meminum kopi dan teh. Banyak petani kelapa sawit yang cenderung menambahkan gula dalam jumlah yang tidak sehat ke minuman mereka, tanpa menyadari dampak negatifnya terhadap kesehatan.

"Diabetes adalah penyakit yang sering diderita petani karena mereka cenderung menambahkan gula dalam jumlah yang tidak sehat ke minuman baik kopi ataupun teh," tuturnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mendorong para petani untuk mengurangi konsumsi gula berlebihan saat minum kopi dan teh. Mereka menyarankan untuk menggunakan pemanis alami dari jagung atau mengurangi jumlah gula yang ditambahkan ke dalam minuman, sehingga dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit diabetes.

 

"Kami mengimbau para petani kelapa sawit untuk memperhatikan asupan gula mereka saat meminum kopi dan teh. Dengan mengurangi konsumsi gula berlebihan, kita dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit diabetes," kata Herwan.

Selain membatasi konsumsi gula, penting juga bagi para petani kelapa sawit untuk menjaga pola makan yang seimbang dan aktif secara fisik. Mengonsumsi makanan yang kaya serat, sayuran, dan buah-buahan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur, dapat membantu menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular.

"Petani juga harus menjaga pola makan yang seimbang dan aktif secara fisik untuk mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular," ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu akan mengadakan kampanye edukasi kesehatan yang ditujukan khusus untuk petani kelapa sawit.

Kampanye ini akan memberikan informasi tentang pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, dan bahaya konsumsi gula berlebihan.

"Kami berharap kampanye ini dapat membantu para petani kelapa sawit untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, sehingga dapat mengurangi angka kasus penyakit tidak menular, terutama diabetes," pungkasnya.