https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pemkab Keerom Gelontorkan Duit Rp 5 Miliar untuk PSR

Pemkab Keerom Gelontorkan Duit Rp 5 Miliar untuk PSR

Petani sawit di lahan yang tengah diremajakan, foto : tabloidsinartani.com

Papua, kabarsawit.com – Anggaran senilai Rp 5 miliar dari APBD Pemerintah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua dikeluarkan untuk melaksanakan program pemerintah yaitu peremajaan sawit rakyat (PSR) sebanyak 500 hektar kebun kelapa sawit di daerah itu.

Bupati Keerom, Piter Gusbager mengungkapkan, pihaknya telah melakukan PSR kepada Kampung Kwimi seluas dua hektar. Program ini akan dilaksanakan hingga tahun 2024 mendatang.

“Kita memiliki eks plasma yaitu Arso Kota, Kwimi, Pir I, Pir II, dan Pir III. Eks plasma ini akan melewati proses pengadaan bibit, pembersihan dan penananam,” katanya.

Selain mengadakan bibit, pihaknya juga berupaya untuk membagi jobdesk kepada semua pihak yang terlibat, agar kegiatan ini dapat dilakukan dengan lancar.

Ketua Apkasindo Papua, Albert Yoku mengatakan bahwa mereka sangat mendukung program PSR ini, sebab beberap petani memang membutuhkan agar sawitnya diremajakan.

“PSR bertujuan untuk melawan kampanye hitam tentang perkebunan sawit, selain itu dapat mensejahterakan petani dan memajukan daerah” ujarnya.

Program PSR dapat mendukung pemerintah untuk mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan nasional.

Albert juga menyampaikan, pihaknya tidak menerima segala bentuk penindasan dan penghancuran usaha dan kerja keras petani sawit, karena petani bekerja untuk meemenuhi kehidupan ia dan keluarganya.

Budaya Indonesia salah satunya adalah bertani dan berkebun, hutan-hutan milik masyarakat adat perlu dilindungi dan dicintai. Sebab dari sawit inilah menghasilkan minyak goreng, mentega juga alternatif bahan bakar masyarakat Indonesia.

Apkasindo Papua pun berkomitmen untuk mencintai produk-produk dalam negeri tersebut. Oleh karenanya negara harus membela rakyatnya bukan tunduk pada tuntutan dari asing.

Kebun sawit di Papua pun terbilang menjanjikan, terdapat 2.506,38 hektar kebun inti, 3.600 hektar plasma, 5.710,50 hektar Kebun Kredit Koperasi Perkebunan untuk anggota (KKPA), sisanya 193,6 lokasi pabrik dan fasilitas umum.