Bengkulu Ekspor 2.089 Ton PAO ke Malaysia
Perwakilan KPPBC TMP C Bengkulu, Budi Sulaksono.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bengkulu menyampaikan bahwa Provinsi Bengkulu akan mengekspor 2.089 ton Palm Acid Oil (PAO) ke Malaysia. Hal ini tentu akan menambah jumlah komoditas asal Bengkulu yang berhasil di ekspor ke luar negeri.
Perwakilan KPPBC TMP C Bengkulu, Budi Sulaksono mengatakan, PAO merupakan minyak kotor yang dihasilkan dari proses penyulingan minyak Kelapa Sawit. Substansi ini memiliki berbagai kegunaan, termasuk sebagai pakan ternak dan bahan baku dalam pembuatan sabun.
"Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Bengkulu akan mengekspor 2.089 ton Palm Acid Oil ke Malaysia dalam waktu dekat," kata Budi, kemarin.
Menurut Budi, Ekspor ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Selain itu, ekspor ini juga akan memperkuat hubungan perdagangan antara Bengkulu dan Malaysia.
"Ekspor ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan memperkuat hubungan perdagangan antara Bengkulu dan Malaysia," ujar Budi.
Budi mengaku, PAO yang dihasilkan dari CPO di Bengkulu, akan menjadi salah satu komoditas andalan provinsi ini. Selain digunakan sebagai pakan ternak, PAO juga merupakan bahan baku utama dalam industri pembuatan sabun.
"Permintaan PAO dari pasar Malaysia akan memberikan peluang besar bagi ekonomi Bengkulu dan industri pengolahan minyak untuk meningkatkan ekspor mereka," ujar Budi.
Selain memberikan manfaat ekonomi, ekspor PAO ke Malaysia juga akan memperkuat kerja sama perdagangan antara Bengkulu dan Malaysia. Kedua negara memiliki hubungan perdagangan yang kuat, dengan Malaysia menjadi salah satu mitra dagang utama Bengkulu.
Selain itu, penambahan ekspor PAO diharapkan dapat meningkatkan pertukaran barang dan layanan antara kedua negara, serta mendorong investasi lebih lanjut dalam sektor kelapa sawit.
"Ekspor Palm Acid Oil ke Malaysia akan memperkuat hubungan perdagangan antara Bengkulu dan Malaysia. Kami berharap ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi kedua pihak dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini," tuturnya.
Seiring dengan peningkatan produksi kelapa sawit di Bengkulu, pemerintah daerah telah memberikan dukungan yang kuat bagi pengusaha dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas PAO.
Hal ini dilakukan melalui program-program pelatihan, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan pengawasan dan pengawalan oleh KPPBC TMP C Bengkulu.
"Pemerintah daerah sangat mendukung pengembangan industri kelapa sawit dan ekspor Palm Acid Oil ke Malaysia. Kami akan terus bekerja sama dengan pengusaha untuk meningkatkan daya saing produk kita di pasar internasional," ujarnya. .
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, dengan prospek ekspor PAO yang cerah, Bengkulu berharap dapat memperluas pasar ekspornya ke negara-negara lain di masa depan.
Dia berharap, keberhasilan ekspor ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, mengurangi ketergantungan pada pasar domestik, serta mendorong pertumbuhan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan di Bengkulu.
"Kami berharap ekspor Palm Acid Oil ke Malaysia ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar ekspor kita ke negara-negara lain di masa depan," kata dia.
"Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk meningkatkan pendapatan dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri kelapa sawit," pungkasnya.








