https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Rata-rata, Petani Sawit di Bengkulu Habiskan Rp20 Ribu per Hari Beli Rokok

Rata-rata, Petani Sawit di Bengkulu Habiskan Rp20 Ribu per Hari Beli Rokok

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal.

Bengkulu, kabarsawit.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyatakan petani sawit di Bengkulu mengeluarkan minimal Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu dalam sehari untuk membeli rokok. Hal ini menjadi penyebab tingginya persentase kemiskinan yang disumbangkan oleh komoditas rokok di wilayah ini.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal mengatakan, tingkat pengeluaran petani sawit untuk konsumsi rokok di Bengkulu mencapai Rp 20 ribu pee hari. Hal tersebut membuat rokok berkontribusi sebesar 14,87 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan Bengkulu. Sementara itu, di perdesaan, angka sumbangan kemiskinan akibat konsumsi rokok mencapai 10,51 persen.

"Konsumsi rokok yang tinggi berpotensi memperburuk tingkat kemiskinan di Bengkulu. Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama untuk mengurangi angka konsumsi rokok di daerah ini," kata Win, kemarin.

Salah satu faktor yang mencuat sebagai akibat dari meningkatnya sumbangan kemiskinan akibat rokok adalah peralihan konsumsi petani sawit dari rokok mahal ke rokok murah. Harga rokok yang semakin tinggi membuat sebagian masyarakat khususnya petani sawit beralih ke merek rokok yang lebih terjangkau.

"Fenomena ini menandakan bahwa persoalan kemiskinan dan konsumsi rokok memiliki keterkaitan yang kompleks," tuturnya.

Dalam sebuah wawancara terpisah, seorang pedagang rokok di Kota Bengkulu, Halimah mengungkapkan, bahwa permintaan akan rokok murah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Masyarakat termasuk petani sawit lebih cenderung membeli rokok murah karena alasan ekonomi. Harga rokok yang mahal membuat banyak orang beralih ke rokok yang harganya lebih terjangkau, meskipun kualitasnya mungkin lebih rendah," ujarnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri menyatakan, kesiapannya untuk mengatasi masalah kemiskinan dan konsumsi rokok di daerah ini. Langkah-langkah preventif dan edukatif akan ditingkatkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya petani sawit tentang bahaya merokok dan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana.

"Kami akan meningkatkan upaya preventif dan edukatif agar petani sawit sadar tentang bahaya merokok dan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana," ujarnya.

Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi konsumsi rokok tidak akan mudah dilakukan tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk peran aktif masyarakat dan sektor swasta. Selain itu, perlu adanya sinergi dari seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari kemiskinan yang disebabkan oleh konsumsi rokok.

"Perlu banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk peran aktif masyarakat dan sektor swasta. Selain itu, perlu adanya sinergi dari seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari kemiskinan yang disebabkan oleh konsumsi rokok," pungkasnya.