Pabrik Sawit di Bengkulu Diduga Manipulasi Data Untuk Penetapan Harga TBS
Wakil Kadin Provinsi Bengkulu, Arnop.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu menduga sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Bengkulu hanya berfokus pada ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Cangkang Sawit guna memanipulasi harga Tandan Buah Segar (TBS).
Sebab, ketika komoditas turunan kelapa sawit diekspor, mestinya harus menjadi salah satu faktor penentu perhitungan harga TBS kelapa sawit.
Menurut Wakil Kadin Provinsi Bengkulu, Arnop mengatakan, ketika PKS mengekspor CPO maka komoditas itu wajib diikutsertakan dalam perhitungan harga TBS kelapa sawit di daerah. Dalam praktiknya, CPO telah menjadi salah satu komponen yang menjadi dasar penentuan harga TBS kelapa sawit di Bengkulu.
"Sejauh ini CPO sudah menjadi dasar penentu harga kelapa sawit di Bengkulu, namun cangkang sawit belum, padahal ini sudah diekspor di Bengkulu," kata Arnop, kemarin.
Ia mengungkapkan, ketika cangkang sawit di ekspor maka harus dimasukkan untuk menentukan perhitungan harga TBS kelapa sawit. Namun hal itu belum dilakukan.
"Kami menduga bahwa beberapa PKS di Bengkulu berusaha menghindari penambahan harga TBS, karena kalau mereka mengekspor cangkang sawit maka itu wajib dimasukkan dalam perhitungan harga TBS," tuturnya.
Selain itu, PKS di Bengkulu juga enggan mengekspor kernel dan bungkil sawit diduga karena takut komoditas itu menjadi penambah harga TBS kelapa sawit di Bengkulu. Oleh sebab itu, komoditas turunan sawit tersebut banyak diekspor melalui daerah lain dan pihak lain.
"Itulah penyebab kenapa banyak turunan kelapa sawit asal Bengkulu tidak mau di ekspor langsung, karena itu nanti akan merugikan PKS karena akan membuat harga TBS menjadi ikut meningkat," tuturnya.
Salah seorang pemilik PKS di Bengkulu yang enggan disebutkan namanya menyatakan keberatan terhadap kebijakan penghitungan harga TBS dengan memasukkan cangkang sawit.
"Kami tidak setuju dengan penghitungan harga TBS yang mencakup cangkang sawit karena itu akan mengurangi daya saing produk kita di pasar global. Selain itu, cangkang sawit juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan untuk diekspor," tutupnya.
Di sisi lain, beberapa pihak mendukung kebijakan perhitungan harga TBS yang memasukkan cangkang sawit. Mereka berpendapat bahwa langkah ini akan memberikan transparansi yang lebih baik dalam menentukan harga jual TBS, yang pada gilirannya dapat menguntungkan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak dari penghitungan harga TBS dengan memasukkan cangkang sawit. Tujuan kami adalah mencapai keseimbangan yang adil antara kepentingan PKS dan petani kelapa sawit, serta menjaga stabilitas pasar komoditas kelapa sawit secara keseluruhan," ujar Ketua Gapki Bengkulu, John Irwansyah Siregar.








