Sawit Penyebab Global Warming? Ini Faktanya
Sawit Penyebab Global Warming? Foto : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Jakarta, kabarsawit.com - Dampak pemanasan global (global warming) yang signifikan telah mengundang perhatian masyarakat dunia secara keseluruhan.
Banyak yang mengira bahwa sawit menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya global warming di dunia. Hal ini disebabkan karena menurut sebagian orang pembukaan kebun sawit di lahan gambut akan mempercepat pemanasan global akibat dari lepasnya gas rumah kaca yang.
Namun fakta berkata lain, menurut Dr. Ir. Tungkot Sipayung dalam jurnalnya di Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, meningkatnya intensitas efek gas rumah kaca pada atmosfer bumi yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Secara alami, atmosfer bumi diisi dengan gas rumah kaca (GRK), terutama uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), methane (CH4), dan nitrogen (N2), dalam konsentrasi tertentu. Gas rumah kaca ini berfungsi untuk membentuk mekanisme efek rumah kaca alami pada atmosfer bumi, yang dikenal sebagai efek rumah kaca alami. Tujuannya adalah untuk menjaga agar suhu atmosfer bumi tetap stabil dan aman digunakan masyarakat.
Sebagian besar energi panas yang dipancarkan matahari terperangkap dalam atmosfer bumi dan sebagian lagi dipantulkan ke luar angkasa melalui mekanisme alamiah efek gas rumah kaca tersebut. Tanpa mekanisme ini, temperatur atmosfer bumi akan sangat dingin, hal ini membuat manusia tidak merasa nyaman untuk tinggal.
Peningkatan konsentrasi emisi gas rumah kaca (GRK) pada atmosfer bumi di atas konsentrasi alamiah menyebabkan efek rumah kaca alamiah yang lebih intens. Peningkatan emisi GRK yang disebabkan oleh aktivitas manusia di bumi, serta munculnya gas buatan manusia seperti chlorofluorocarbon (CFC) dan halogen, adalah penyebab peningkatan efek rumah kaca alamiah.
Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 1991, konsentrasi emisi GRK di atmosfer bumi telah meningkat dari periode pre-industri tahun 1800-an sampai sekarang. Kkonsentrasi CO2 pada atmosfer bumi meningkat dari 280 ppmv (part per million volume) menjadi 353 ppmv pada tahun 1990. Pada tahun 2005, konsentrasi CO2 meningkat menjadi 379 ppmv, kemudian naik menjadi 399 ppmv pada tahun 2015. Konsentrasi ini terus mengalami kenaikan hingga terakhir pada tahun 2022 menjadi 417.6 ppmv.
Selain itu, pemanasan global juga terjadi ketika intensitas konsentrasi GRK meningkat, yang menyebabkan panas dan radiasi sinar matahari yang terperangkap pada atmosfer bumi menjadi lebih tinggi dari alamiahnya.
Penjelasan diatas menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit bukanlah penyebab pemanasan global. Kegiatan masyarakat dunia sejak era pra-industri tahun 1800-an hingga sekarang, menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) pada atmosfer bumi dan juga meningkatkan intensitas efek rumah kaca pada atmosfer bumi. Akibatnya, panas matahari semakin terperangkap, yang merupakan penyebab pemanasan global.








