Pelindo Undang Investor 'Solek' Pelabuhan Pulau Baai
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu terus digenjot pemerintah.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu pun menyiapkan lahan seluas 21,6 hektare bagi perusahaan yang ingin melakukan hilirisasi minyak sawit (CPO).
"Itu cukup untuk jadi kawasan hilirisasi kelapa sawit Bengkulu," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu, Karmawanto kepada kabarsawit.com, kemarin.
Menurutnya, investasi perkebunan di daerah harus dibarengi dengan penyediaan hilirisasi. Sebab, dengan banyaknya perusahaan kelapa sawit, memungkinkan pengelolaan minyak sawit mentah menjadi produk lainnya.
"Kalau ingin pabrik pengolahan CPO menjadi besar, harus berada di pusat kawasan industri. Sayangnya sampai sekarang belum ada yang berani unjuk gigi," kata dia.
Padahal, lanjut Karmawanto, pemerintah daerah telah menyediakan lahan apabila ada investor yang ingin mengembangkan usahanya.
"Lahan seluas itu sangat memadai untuk puluhan perusahaan, mulai dari terminal curah cair hingga pabrik pengolahan CPO. Tapi kalau kurang, tentu saja akan kami tambah," ujarnya.
Sementara, General Manager PT Pelindo Regional II, Hadi Nurmayadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur listrik yang cukup memadai yaitu 2X 100 MW dari PLTU di wilayah Pelabuhan Pulau Baai, sehingga investor tidak perlu khawatir terkait pasokan energi.
Selain itu, lanjutnya, Pelindo juga telah menyediakan fasilitas pelabuhan yang memadai dengan dukungan dermaga yang dapat diakses oleh kapal berukuran besar.
"Untuk para investor tidak perlu khawatir berinvestasi di Bengkulu, sebab seluruh sarana dan prasarana sudah tersedia di sini," pungkasnya.








