https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pesimis dengan Program Babe-Bun, APKASINDO Kaltim: Jangan Seperti Beasiswa BPDPKS

Pesimis dengan Program Babe-Bun, APKASINDO Kaltim: Jangan Seperti Beasiswa BPDPKS

Ilustrasi - perkebunan kelapa sawit.

Jakarta, kabarsawit.com - Tidak dapat dipungkiri saat ini mulai banyak program pemerintah untuk perkebunan kelapa sawit dengan konsep online. Tapi sayangnya, tidak semua petani yang paham mengenai sistem itu.

Menurut Wakil Ketua APKASINDO Kalimantan Timur (Kaltim), Daru Widiyatmoko, tidak banyak petani yang paham dengan konsep online. Sebab kebanyakan petani belajar secara otodidak, khususnya dalam pemeliharaan kelapa sawit seperti maneh dan lain-lain.

"Kalau dipresentasikan, kayaknya hanya sekitar 10 persen saja petani yang paham dan mengerti tentang konsep online. Ujung-ujungnya nanti tetap minta tolong," kata Daru kepada kabarsawit.com, Jumat (28/7).

Sama halnya dengan program Babe-Bun,
Daru khawatir kebijakan itu justru tidak menyentuh petani kelapa sawit yang ada di pelosok desa.

"Ini kan mirip dengan program beasiswa BPDPKS, pendaftarannya secara online. Jadi banyak anak petani yang ada di pelosok justru tidak bisa ikut berjuang mendapatkan beasiswa itu," kata dia.

Padahal, kata Daru, justru petani di pelosok desa yang seharusnya mendapatkan kemudahan. Sebab benih unggul akan ikut mendukung produksi kebun kelapa sawit yang tentu berkaitan dengan ekonomi petani dan kemajuan daerah.

"Kalaupun petani paham, tentu jaringan provider juga jadi kendala. Akhirnya yang menikmati adalah petani yang notabene berada di daerah perkotaan. Sehingga program itu tidak tepat sasaran. Untuk itu, kita minta pemerintah hadir langsung di tengah petani dengan sistem jemput bola, sehingga benih unggul bersertifikat juga dapat dinikmati petani di pedesaan," ujarnya.