Sawit Bikin Jumlah Penduduk Miskin Turun di Bengkulu
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Bengkulu, Budi Kurniawan. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat hingga September 2022 jumlah penduduk miskin di daerah itu turun 14,34 persen atau 292,93 ribu jiwa. Penurunan ini terbesar dipengaruhi karena membaiknya indeks harga petani sektor perkebunan rakyat dan stimulus bantuan sosial.
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Bengkulu, Budi Kurniawan mengatakan, penurunan penduduk miskin ini karena dipengaruhi membaiknya harga penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Hal ini terlihat dari survei garis kemiskinan pendapatan per kapita penduduk Bengkulu pada September 2022 yang lebih tinggi dibanding Maret 2022.
"Garis kemiskinan Maret 2022 sebesar Rp 590.754,- per kapita per bulan. Saat itu harga TBS anjlog di bawah Rp1.300 per kilogram. Sementara garis kemiskinan September 2022 sebesar Rp 625.652,- per kapita per bulan. Dan harga TBS saat itu sudah di angka Rp2.150 per kilogram," kata Budi, Senin (16/1).
Budi tak menampik penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit berpengaruh besar terhadap pendapatan kepala keluarga. Sehingga pada periode ini penduduk miskin di pedesaan berkurang signifikan.
"Di daerah perdesaan berkurang sekitar 2,7 ribu dari 196,54 ribu jiwa pada Maret 2022 menjadi 193,85 ribu jiwa pada September 2022," terang Budi.
Kendati pada periode itu sejumlah kenaikan harga bahan pokok menghantui masyarakat, namun kenaikan harga TBS disinyalir jadi penopang ekonomi penduduk pedesaan.
"Kenaikan harga TBS dan adanya stimulus bantuan sosial lebih dominan terhadap program pengentasan kemiskinan. Padahal periode ini harga bahan pokok naik imbas bahan bakar minyak juga naik," pungkas Budi.








