Harga Sawit Petani Bisa Berkibar Lagi Jika Pusat Lakukan Ini
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Bengkulu, John Irwansyah Siregar.
Bengkulu, kabarsawit.com - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Bengkulu, John Irwansyah Siregar menyampaikan untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di atas Rp2.000 per kilogram, meski dibarengi dengan harga dan peningkatan ekspor CPO.
Jika hal itu tidak terjadi, mustahil harga TBS petani naik. John menjelaskan, untuk mencapai target harga TBS Rp 2.000 per kg, diperlukan peningkatan ekspor sebesar 200 persen dari jumlah ekspor CPO pada April 2022.
"Kalau di sisi harga, CPO harus di atas Rp10.000 per kilogram agar harga TBS di atas Rp 2.000 per kg," kata dia, kemarin.
Untuk mencapai semua itu, John meminta agar pemerintah mengatasi hambatan-hambatan dalam melakukan ekspor CPO.
Contohnya, regulasi dan perpajakan ekspor sawit yang saat ini terlalu banyak, seperti bea keluar, pungutan ekspor, domestic market obligation (DMO), domestic price obligation (DPO), dan persetujuan ekspor.
"Kami berharap hambatan-hambatan ini dihilangkan agar ekspor bisa mencapai potensi maksimal," tambah John.
Menurut John, jika hal itu dihilangkan, maka besar kemungkinan harga TBS bakal mendekati angka Rp 2.000 per kilogram. Saat ini, harga TBS berada di kisaran Rp 1.500 hingga Rp 1.700 per kilogram.
Bahkan sebelumnya, dari pengakuan petani sawit, harga TBS di Bengkulu sempat di angka Rp1.000 per kilogram.
"Dalam kondisi saat ini, memang ada perbaikan harga dibanding sebelumnya yang di bawah Rp 1.000 per kg. Namun, kami belum dapat menyebutnya sebagai harga normal," ujarnya.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bengkulu, Jakfar juga sepakat dengan hal itu. Untuk itu dia meminta agar pemerintah pusat mencabut pungutan ekspor CPO dan produk turunannya.
Sebab menurutnya, hal itu yang menghambat kenaikan harga TBS sawit petani.
"Kami berharap agar pungutan ekspor dicabut sehingga harga TBS kelapa sawit bisa meningkat," pungkasnya.








