3 Jalur Ini Bantu Kurangi Kemiskinan Dunia (SDGs 1), Perkebunan Sawit Salah Satunya
SDGs 1, foto : Fairtrade International
New York, kabarsawit.com - Salah satu tujuan utama dari platform pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs), yang tercantum dalam SDGs-1 (No Poverty) adalah pengurangan kemiskinan. Tingkat kemiskinan global masih tergolong tinggi dan menyentuh angka 9,4% pada tahun 2020, atau sekitar 733 ribu orang yang hidup di bawah garis kemiskinan, padahal sudah banyak upaya yang dilakukan (World Bank, 2020).
Dengan demikian, banyak pihak dari seluruh dunia terus mencari cara untuk menyelesaikan masalah kemiskinan. Pengembangan kegiatan ekonomi bagi penduduk miskin adalah salah satu solusi yang disarankan. Kegiatan ekonomi berupa industri sawit global dianggap dapat membantu mengatasi kemiskinan.
Dalam jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, terdapat tiga jalur yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi kemiskinan, yaitu jalur perkebunan, jalur hilirisasi di negara importir, dan jalur konsumsi. Menurut beberapa penelitian, pada jalur 1, pembangunan perkebunan kelapa sawit di negara-negara produsen minyak sawit di seluruh dunia dapat secara signifikan mengurangi tingkat kemiskinan di negara tersebut. Diketahui setiap peningkatan produksi minyak sawit sebesar 10% menghasilkan penurunan kemiskinan sebesar 7,7%.
Di sisi lain, pada jalur 2 kegiatan hilirisasi minyak sawit di negara-negara importir minyak sawit di seluruh dunia juga memiliki peran besar dalam mengurangi kemiskinan melalui penciptaan pekerjaan dan penghasilan. Data pada tahun 2021 mengungkapkan ada sekitar 2.3 juta orang yang terbantu dengan kegiatan ini, mereka memperoleh lapangan pekerjaan. Tidak hanya itu, pendapatan pun mencapai USD 32.8 milyar karena kegiatan hilirisasi minyak sawit di negara importer.
Dan terakhir jalur 3, yaitu konsumsi membuat minyak sawit menjadi minyak nabati yang lebih mudah diakses oleh masyarakat miskin di seluruh dunia karena harganya yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis minyak nabati lainnya.
Selain itu, minyak sawit dapat membantu mengurangi kenaikan harga rapeseed, kedelai, dan biji bunga matahari, hal ini memungkinkan penduduk miskin bisa mengkonsumsi ketiga jenis minyak nabati tersebut.








