Target 1.000 STD-B Per Tahun, Apkasindo Paser : Kita Dukung!
Alur Penerbitan STDB, foto : Disbun Kukar
Paser, kabarsawit.com - Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), berharap dapat memberikan 1.000 Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B) kepada petani setiap tahun. Di mana total anggaran sebesar Rp500 juta dialokasikan dari APBD.
Menurut Djoko Bawono, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, tujuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung program sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) di Paser.
“Data perkebunan di Paser akan lebih baik jika petani sudah terdaftar sebagai ISPO. Jika ada bantuan dari APBN, petani ISPO akan menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, Djoko berharap petani Paser menerima sertifikasi STD-B dan ISPO pada tahun 2025.
Aliyadi, ketua DPD Apkasindo Paser, menyatakan bahwa dia akan mendukung tindakan pemerintah, walaupun tedapat beberapa penghalang. Seperti biaya pengurusan ISPO yang sangat tinggi. Kemudian masih banyak kebun petani di dalam hutan.
“Masih banyak petani swadaya yang belum bergabung dalam koperasi atau kelembagaan,” ujarnya.
Berapa waktu lalu, beberapa koperasi yang tergabung dalam Apkasindo telah mengajukan 1.000 hektar kebun petani untuk mendapatkan sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
“Meskipun syarat RSPO rumit, kami yakin akan berhasil” ucapnya semangat.
Menurutnya, jika RSPO dijalankan dengan benar dan sesuai dengan aturan, itu akan membantu petani. Dia berharap sertifikasi ini akan meningkatkan kesejahteraan petani.








