https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Bengkulu Ini Berbagi Ilmu Atasi Pertumbuhan Buah Sawit

Petani Bengkulu Ini Berbagi Ilmu Atasi Pertumbuhan Buah Sawit

Angke Saputra di kebun sawit miliknya. (Istimewa)

Bengkulu, kabarsawit.com - Salah satu kendala yang kerap dihadapi petani dalam proses budidaya kelapa sawit adalah menghasilkan buah pasir atau berukuran kecil.

Buah pasir sawit pada umumnya terjadi pada tanaman muda dengan usia hingga 18 bulan, yang mana tanaman sawit menghasilkan ukuran tandan buah segar (TBS) yang sangat kecil dengan berat di bawah 1 kilogram per tandan. 

Salah seorang petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu, Angke Saputra mengaku buah pasir cukup mengganggu dalam proses mencari keuntungan di sektor kelapa sawit.

Kendati begitu, dia memberikan kiat untuk memutus mata rantai buah pasir tersebut supaya tanaman kelapa sawit bisa menghasilkan buah lebih besar. Sebab bila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin tanaman kelapa sawit akan terus menghasilkan buah pasir.

"Cara yang kami lakukan adalah dengan membuang semua buah pasir yang dihasilkan oleh tanaman sawit sebanyak tiga kali periode berbuah," kata Angke kepada kabarsawit.com, Selasa (17/1).

Tujuan dilakukan pembuangan itu, supaya menekan pertumbuhan sawit sehingga proses pembuahan  menjadi lebih maksimal. 

"Dalam umur 18 bulan, sawit memang masih proses belajar berbuah. Setelah tanaman sudah cukup umur, barulah dibiarkan untuk menghasilkan TBS lebih berkualitas," ujarnya.

Dia menyarankan, agar petani melakukan metode itu saat pertumbuhan awal, sampai batang sawit cukup tinggi, atau di usia yang ideal untuk menghasilkan TBS.

"Kalau batang kelapa sawit masih kecil, biarkan dulu berbuah pasir sampai pohon tumbuh besar, barulah pemangkasan buah pasir dilakukan. Ini supaya buah yang dihasilkan kedepan tidak kecil lagu," pungkasnya.