Marak Pupuk Palsu, Rosmala Awasi Langsung Distributor Resmi
Ilustrasi Pemupukan, foto : dok kabar sawit
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta petani sawit untuk waspada terhadap peredaran pupuk palsu. Ini dikarenakan kenaikan harga pupuk akhir-akhir ini berisiko membuat peredaran pupuk palsu dengan harga yang murah.
Menurut Rosmala Dewi, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, akibat kekurangan pasokan pupuk asili membuat pupuk palsu saat ini mudah diakses. Selain itu, harganya murah, membuat banyak petani tergiur.
“Agar tidak ketahuan, penjual pupuk palsu biasanya mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan. Mereka beralasan bahwa pupuk yang mereka tawarkan merupakan sisa stok yang tersisa dari perusahaan sawit. Padahal, pupuk sebenarnya dapat disimpan dan tidak kedaluwarsa,” jelas Rosmala, Selasa (8/8).
Harga pupuk palsu dipatok Rp 300 ribu per karungnya, harga ini jauh lebih murah dari harga pupuk asli yang dijual seharga Rp 800 ribu per karung.
“Saat di cek lab, unsur urea-nya di bawah kadar ideal,” tambahnya.
Dinas Tanaman Pangan membangun hubungan antara petani dan perusahaan sawit kecil dengan distributor atau produsen pupuk resmi untuk mengantisipasi peredaran pupuk palsu secara luas.
“Selain itu, kami melakukan pengawasan langsung di distributor. Jika kadar urea tidak normal, pengedar akan dihukum,”
Rosmala mengatakan bahwa peredaran pupuk palsu menyebabkan produktivitas kebun kelapa sawit menurun, terutama kebun kelapa sawit yang dikelola masyarakat. Kondisi ini tentu juga berdampak pada pasokan tandan buah segar (TBS) ke pabrik sawit.








