https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

BPDPKS Kenalkan Minyak Makan Merah ke Masyarakat, Mengandung Banyak Vitamin

BPDPKS Kenalkan Minyak Makan Merah ke Masyarakat, Mengandung Banyak Vitamin

Peserta sosialisasi minyak makan merah, foto : BPDPKS

Jakarta, kabarsawit.com - 'Sosialisasi Manfaat Minyak Makan Merah untuk Kuliner dan Kesehatan' merupakan acara yang diangkat oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) Universitas IPB di Bandung.

Pada 11 Agustus 2023 lalu, kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pihak yang terlibat, termasuk perangkat desa, akademisi, mahasiswa, pekebun sawit, Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK), dan Komunitas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Peserta sosialisasi mendapatkan materi mengenai teknologi produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak makan merah, manfaat kesehatan dan konsumsi minyak makan merah, pengembangan produk turunan minyak makan merah dan potensi dan analisis bisnis. Kegiatan ini ditutup dengan praktik pembuatan produk turunan minyak makan merah.

Menurut Meika Syahbana Rusli, kepala SBRC IPB University, pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak makan merah akan meningkatkan nilai tambah sawit, yang akan dirasakan langsung oleh petani sawit. Rusli mengatakan, "ini solusi biar pendapatan petani naik, ya dengan cara rroduksi minyak makan merah sekaligus dukung program sirkular ekonomi yang direncanakan pemerintah,” jelas Meika, Senin (14/8).

Menurutnya, kapasitas olah yang lebih kecil diperlukan untuk mengolah buah sawit menjadi minyak makan merah, jadi harga lebih murah bagi petani sawit dan dapat dijual langsung. Diharapkan juga bahwa kegiatan sosialisasi ini akan membuka peluang baru untuk menggunakan minyak makan merah untuk berbagai produk olahan.

“Untuk mengonsumsi minyak makan merah, kita harus pastikan fitonutrien dan karotennya nggak hilang selama proses pengolahan. Salah satunya dengan menghindari panas yang berlebihan,” Meika melanjutkan.

Helmi Muhansyah, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu strategi BPDPKS untuk mensosialisasikan kebaikan sawit di tengah kampanye hitam yang menyerang sawit Indonesia.

“Salah satu produk hasil penelitian adalah minyak makan merah. Untuk memastikan bahwa minyak makan merah bermanfaat bagi masyarakat, BPDPKS berkomitmen untuk mendukung pemanfaatannya untuk membuka peluang bisnis bagi UKMK,” tuturnya.

“Minyak makan merah ini kana da kandungan nutrisi penting seperti Vitamin A, Vitamin E, dan beta karoten yang tinggi, tapi sayangnya masyarakat masih belum paham. Nah selain itu juga ini sesuai dengan kebijakan jangka pendek pemerintah untuk menekan stunting pada tahun 2024,” ucapnya.

Menurut Tatang Hernas Soerawidjaja, anggota Komite Riset BPDPKS, minyak sawit saat ini dimurnikan dengan menghilangkan warna merahnya atau pigmen beta karoten. Akibatnya, produsen minyak goreng harus melakukan fortifikasi dengan vitamin A setelah pemurnian, dan bahan bakunya masih diimpor.

“Potensi isolasi beta karoten dari minyak sawit (CPO) sebelum diproses menjadi biodiesel sangat tinggi, mengingat setiap hari sekitar 10 juta ton CPO diubah jadi biodiesel,” pungkasnya.